Warga Solsel Terlantar di Dharmasraya

iklan halaman depan

Warga Solsel Terlantar di Dharmasraya

Senin, 21 Oktober 2019
.

Pulau Punjung, fajarsumbar.com
– Seorang laki-laki terbaring lemah di gerbang Masjid Ihwan, Kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Dharmasrya. Berbantalkan ransel, berselimutkan kain sarung motif kotak- kotak, beralaskan karpet warna hijau seukuran badannya. Kedua kakinya yang diduga menderita penyakit kusta itu dibungkus plastik.


Dari Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga ( KK ) yang dimilikinya, lelaki berkulit sawo matang tersebut bernama, Muhammad Amin, warga Jorong Pasar Surian, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Solok.

Muhammad Amin, lahir di Surian 1987 lalu, dengan status lajang. Ia menetap di Gerbang Masjid Ihwan, Kecamatan Sungai Rumbai, yang berukuran kecil itu, sejak 9 Oktober.

“Setahu kami, ia diantar oleh Dinas Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, ke sini,” ungkap salah seorang warga Kecamatan Sungai Rumbai, Reza.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial P3APPKB Dharmasraya, Bobby P Riza mengatakan, pihaknya telah melihat kondisi yang bersangkutan. Diduga Muhammad Amin menderita penyakit kusta.

Menurut Bobby, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Solok, sehubungan kondisi Muhammad Amin. Dinas Sosial Kabupaten Solok, mengaku bahwa Muhammad Amin bukan lagi warga Kabupaten Solok, lantaran yang bersangkutan telah mengantongi Surat Keterangan Pindah ( SKP)

“Kita juga telah melaporkan persoalan ini ke Dinsos Sumatera Barat, namun sampai saat ini belum ada respon,” pungkasnya sebagaimana dilansir topsatu.com.

Terpisah Kepala Dinas Sosial Kabupaten Solok, Yandra mengatakan, secara administrasi negara, Muhammad Amin bukan lagi warga Kabupaten Solok, karena dia telah mengajukan surat pindah, dan itu sudah dikabulkan. Surat Keterangan Pindah WNI Antar Provinsi Nomor 1302/26092019/0004.

”Kejadian ini sudah yang ke empat kalinya dilakukan Muhammad Amin. Secara kemanusian, kami selaku pemeritah telah melakukan yang terbaik untuk dia. Bahkan dia pernah dirawat di RSUP M. Jamil dibiayai Pemkab Solok,” terangnya.

Menurutnya, pihak Pemkab Solok juga telah menjumpai keluarga Muhammad Amin di Surian. Namun tak ada yang mengubris atau peduli terhadap kondisi yang bersangkutan.

” Kami selaku pemerintah sudah memberikan yang terbaik sesuai aturan yang berlaku. pungkasnya. (*)