Anggota Dewan Dukung Penertiban Nama-nama Usaha Aneh

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Anggota Dewan Dukung Penertiban Nama-nama Usaha Aneh

Jumat, 01 November 2019
Mobil minuman yang diamankan Pol PP. ist
Padang, Fajarsumbar.com-Membaca tulisan berukuran besar di mobil itu membuat fantasi laki-laki dewasa melayang kemana-mana. Makna negatif dua kata itu begitu melekat bagi penutur bahasa Minang. Karena orang Minang memakai budi dalam berbahasa, rasa bahasa membuat mereka sangat sensitif dengan tabu.

Paham betul dengan rasa berbahasa orang Minang, Satpol PP Kota Padang mengamankan sebuah food truck atau mobil penjual makanan dan minuman. Satpol PP Padang mengamankan mobil pejualan minuman segar dengan nama yang membuat asosiasi negatif.

Anggota DPRD Sumbar, Hamdanus, Jum'at (1/11) menyambut baik langkah yang dilakukan Pol PP Padang. "Bahasa menjadi hal yang sensitif bagi masyarakat Sumatera Barat. Nama-nama usaha makanan yang aneh-aneh, memberi asosiasi negati mesti ditertibkan. Ini meresahkan, membuat kegaduhan. Yang pasti, bertetangan dengan falsafah hidup orang Minang dalam berbahasa," ujar Hamdanus.

Menurut alumni UIN Imam Bonjol Padang ini, ajaran agama dan nilai-nilai adat budaya Minangkabau mengajarkan agar memberi nama yang baik. Nama adalah doa. Orang Minang memiliki ketinggian budi dalam berbahasa. Etika semacam ini mesti diperhatikan bagi mereka yang menjalankan usaha.

Branding usaha tentu saja penting. "Namun, perhatikan pula kearifan dan nilai-nilai falsafah hidup yang berlaku di masyarakat," tambah Hamdanus.

Hamdanus juga mendukung Pemerintah Kabupaten dan Kota yang berinisiatif membuat Perda untuk mengatur penamaan usaha. Saat ini banyak nama-nama usaha yang aneh-aneh, bahkan meresahkan. Hamdanus menyontohkan ada Mie Neraka, Ayam Setan dan lain-lain. (Rizal)