Bantuan Minim, Kerugian Galodo dan Banjir Bandang di Nagari Pakan Rabaa Timur Rp5,5 Miliar

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Bantuan Minim, Kerugian Galodo dan Banjir Bandang di Nagari Pakan Rabaa Timur Rp5,5 Miliar

Selasa, 26 November 2019
Inilah potret Nagari Pakan Rabaa Timur pasca Galodo, kerugian mencapai Rp5,5 Milyar. (Hendrivon)


Solok Selatan, fajarsumbar.com - Kerugian dari banjir bandang Pakan Rabaa Timur, KPGD, Solok Selatan, Minggu (24/11) mencapai Rp5,5 miliar.

Nagari yang terparah pada musibah tersebut, Nagari Pakan Rabaa Timur tepatnya di Pinti Kayu, dan Sapan Salak, Manggiu. 

Data yang diperoleh dari Wali Nagari Pakan Rabaa Timur, BPBD Solok Selatan dan Camat KPGD, longsor terjadi di 10 titik dan menutup akses jalan keluar masuk 13 rumah rusak berat, 5 buah rumah rusak ringan, 8 buah rumah rusak sedang. 


.

Jumlah rumah rusak terdampak banjir bandang berjumlah 26 buah, 3 diantaranya terseret banjir, 20 buah rumah tetendam banjir.

Satu unit mobil dan dua unit motor hanyut, pengungsi mencapai 330 jiwa, lahan pertanian sawah, ladang mencapai lebih kurang 60 Ha dengan total kerugian lebih kurang Rp2,5 miliar. Jadi total semua kerugian hampir mencapai Rp5,5 miliar.

Semua pengungsi ditampung di dua lokasi, pertama di Balai balai adat, kedua di Jorong Manggiu dengan mendirikan tenda tenda.

Wali Nagari Pakan Rabaa Timur Nasril menyebutkan, ini adalah data yang sudah dirilis pasca banjir bersama BPBD, camat KPGD dan data ini sudah disampaikan kepada bupati dan BPBD provinsi. Jika ada warga Nagari Pakan Rabaa yang terkena banjir bandang tidak terdata, mohon segera datangi posko berikan informasi yang jelas.

Untuk penanggulangan konsumsi makan sementara pihak Dinsos melalui Petugas Sosial Masyarakat (PSM) sudah menyiapkan bahan kebutuhan sehari hari untuk selama tiga hari kedepan, ucap Retno Sandra Dewi salah seorang koordinator PSM Solok Selatan.

Minim Bantuan dan Perhatian 
Biasanya setelah terjadi bencana besar dari hasil pantaun Media,bantuan dari mana mana berdatangan,baik dari donatur lokal maupun donatur luar Solok Selatan.

Hasil pantau media di daerah yang terkena musibah banjir bandang Pinti Kayu mulai dari hari pertama kejadian hingga hari kelima pasca banjir belum ada  satupun donatur yang datang dan berbagi untuk warga pedalam tersebut.

Hasil pantauan juga, inilah satu satunya musibah banjir yang paling parah menimpa warga di Nagari Pakan Rabaa Timur ini, bukan saja banjir, tetapi sudah kategori banjir bandang serta galodo. Sementara stok yang ada untuk menyambung hidup mereka dipengungsian hanya bertahan untuk tiga hari saja. (Hendrivon)