Bawaslu Padang Panjang Sosialisasikan Pengawasan Melalui Sarana Kebudayaan

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Bawaslu Padang Panjang Sosialisasikan Pengawasan Melalui Sarana Kebudayaan

Selasa, 26 November 2019
.
Padang Panjang, fajarsumbar.com-Ketua Bawaslu Padang Panjang mengajak generasi muda untuk berperan aktif untuk mengawasi penyelenggaraan pemilihan umum. Seiring dengan akan diselenggarakan Pilgub Sumatera Barat September Tahun 2020 mendatang, Santina juga menghimbau para pemilih pemula berpartisipasi melakukan pengawasan jalannya Pemilu.

Ajakan tersebut disampaikan Santina pada Sosialisasi Pengawasan Partisipasi Melalui Sarana Kebudayaan, di Hotel Flaminggo Silaing Bawah, Selasa (26/11), dengan menghadirkan Narasumber Anggota Bawas Sumbar Vifner, Ketua Bawaslu Santina Komisioner Darusman Hendra dan Jhoni Aulia.

“Untuk mencapai itu dilakukan sosialisasi, dan masyarakat menjadi agen pengawas bukan Bawaslu saja sebagai pengawas, tetapi masyarakat dan menjadi tanggung jawab moral kita bersama melakukan pengawasan jalanya prosea demokrasi agar berjalan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan ” jelas

Menurutnya, proses demokrasi tidak bisa berjalan tanpa andilnya dari seluruh elemen masyarakat yang ada di Padang Panjang untuk melakukan pengawasan," Karena sesuai dengan moto kita, bersama rakyat awasi pemilu, bersama Bawaslu kita tegakan keadilan pemilu,” lanjutnya.

.
Melalui sosialisasi itu pun Santina  berharap, semua elemen masyarakat bisa melakukan pengawasan, " Dalam arti semua masyarakat bisa peduli dan ikut serta mau melakukan pengawasan, karena banyak diantara kita itu tidak mau peduli dan acuh tak acuh terhadap pengawasan jalannya pemilu,” ujarnya.

Pesta demokrasi dinilai memiliki kaitan yang erat dengan kebudayaan, yang sekaligus ujung tombak dalam mendukung pencegahan berbagai bentuk pelanggaran, khusus untuk Kota Padang Panjang prosesnya pileg dan Pilpresres yang digelar pada 17 April 2019 lalu berjalan baik dan lancar.

Sesuai amanat dari UU Nomor 7 tahun 2017, Bawaslu hadir dalam rangka pengawasan dan  pencegahan terhadap terjadinya pelanggaran pemilu, Bawaslu hadir dengan tujuan untuk meminimalisir bukan cari masalah peserta dan pelaksana, akan tetapi untuk pastikan keadilan hak pilih dan penyelenggaraan pemilu.

“Untuk mencapai itu dilakukan sosialisasi, dan masyarakat menjadi agen pengawas bukan Bawaslu saja sebagai pengawas, tetapi masyarakat dan menjadi tanggung jawab moral kita bersama,” jelasnya.

Santina menyatakan, penyelenggaraan Pemilu merupakan suatu hal penting dan strategis, seperti Visi Bawaslu sebagai lembaga terpercaya adalah mengawal  penyelenggaraan pemilu legislatif , pilpres maupun kepala daerah supaya berlangsung dengan luber, jurdil dan berintegritas.

Santina juga menegaskan, inti dari visi Bawaslu RI, Bawaslu Provinsi, Bawaslu Kabupaten/Kota adalah mencegah terjadinya pelanggaran dan sengketa Pemilu. Hal itu dapat dilakukan dengan maksimal jika masyarakat dan bawaslu bersinergi mengawasi dengan peran masing-masing dari masyarakat, Pemerintah, Ormas,  OKP, LSM/Media Massa, Kelembagaan dan seluruh komponen bangsa ini.

Selain penyampaian materi oleh Anggota Bawaslu Sumbar dan Bawaslu Padang Panjang, juga ditampilkan tari tradisional Minangkabau, tarian tersebut sebagai salah satu sarna kebudayaan Kearifan Lokal yang dilibatkan Bawaslu untuk mencegah pelanggaran pemilu maupun pilkada yang akan berlangsung tahun 2020 mendatang.(adek)