Dinilai Tidak Efektif, Novermal Yuska Sayangkan Pembangunan Masjid Terapung

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Dinilai Tidak Efektif, Novermal Yuska Sayangkan Pembangunan Masjid Terapung

Senin, 04 November 2019
 Novermal Yuska

Pessel,fajarSumbar.com - Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kabupaten Pesisir Selatan menyayangkan pelaksanaan pembangunan Masjid Terapung di Pantai Carocok Painan. 

Ketua Fraksi, Novermal Yuska, menyebutkan, seharusnya pemerintah daerah lebih fokus pada pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, jalan serta pemberdayaan masyarakat.

"Nah, itu yang harusnya jadi prioritas, bukan Masjid Terapung," ungkapnya dalam Pandangan Akhir Fraksi APBD 2020 dan Penandatanganan Persetujuan Bersama Ranperda APBD 2020 di ruang rapat DPRD setempat di Painan, Senin, (4/11).

Berdasarkan persetujuan bersama ditetapkan APBD tahun anggaran 2020, sebesar Rp1.8 triliun. Sedangkan pendapatan daerah Rp.1.7 triliunm Sementara itu, sektor pengeluaran (belanja) sebesar Rp.1.851.368.220.731.

Pembangunan Masjid Terapung saat ini, lamjutnya,  bukanlah prioritas dan mendesak. Apalagi di tengah kondisi keuangan daerah yang tengah defisit. Sementara, pemerintah daerah tetap memaksakan kehendaknya. 

Kendati demikian, politisi dari Dapil IV Pessel itu mengaku tidak bisa menahannya. Sebab, menurutnya, rencana pembangunan itu telah disetujui anggota dewan sebelumnya, periode 2014-2019.

"Dia multiyears. Jadi tidak bisa ditahan lagi. Kami sangat menyayangkannya," terangnya.

Selain itu dia juga menegaskan hupati harus bisa membangun komunikasi yang baik dengan seluruh anggota DPRD.

Pada kesempatan itu, Bupati Hendrajoni menyampaikan terima kasih pada seluruh fraksi yang telah membahas dan memberikan masukan dalam rangka penyusunan APBD. 

Namun, menyinggung pembangunan Masjid Terapung, ia menjelaskan pembangunan masjid terapung dilaksanakan dalam rangka pengembangan wisata religi di Pesisir Selatan.

Selain bertujuan untuk menambahkan ikon serta daya tarik, wisata Masjid terapung juga dalam rangka mewujudkan wisata halal, yang katanya sudah menjadi trend wisata kekinian.

"Pembangunan masjid di objek wisata juga dilakukan daerah lain di luar Pesisir Selatan," tutupnya. (tsf)