Diskominfo Pasaman Gelar Penyuluhan Penggunaan Bahasa Indonesia

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Diskominfo Pasaman Gelar Penyuluhan Penggunaan Bahasa Indonesia

Senin, 25 November 2019
.

Pasaman, fajarsumbar.com -  Penyuluhan Penggunaan Bahasa Indonesia di Media Luar Ruang di Kabupaten Pasaman dibuka oleh Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Pasaman yang diwakili oleh Budhi Hermawan, SH, di Aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Pasaman, Senin (25/11/2019).

Acara yang diprakarsai oleh Balai Bahasa Sumatera Barat yang bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pasaman diikuti oleh 30 orang peserta berbagai institusi, seperti perwakilan berbagai dinas, organisasi wartawan, pengusaha percetakan dan digital printing dan Sekolah Tinggi selama 3 hari sejak tanggal 25-27 November 2019.

Setelah acara pembukaan, acara penyuluhan penggunaan bahasa Indonesia diisi oleh Dr. Eva Krisna, M.Hum. dengan materi ejaan bahasa Indonesia.

Sejumlah peserta yang hadir cukup antusias dan mengakui bahwa seminar tersebut dapat menambah referensi penulisan bagi peserta dari berbagai media juga bermanfaat bagi perwakilan dinas dan institusi lain untuk membuat surat dinas dan lainnya.

Salah satu peserta seminar, Afzal Edi Nasution mengungkapkan ajang ini memberikan motivasi dan pembelajaran bernilai positif bagi pihak peserta yang hadir. 

"Acara ini bisa menambah pengalaman juga, menambah wawasan dan juga referensi di dunia penulisan terkhusus untuk media massa," ujar Afzal sebagai peserta perwakilan Dinas Kominfo yang juga sebagai jurnalis.

Senada, peserta perwakilan dari Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setdakab. Pasaman, Halimah, mengatakan pelatihan ini memberikan tambahan wawasan dalam kesalahan yang seringkali ada terjadi dalam sehari-hari. 

"Pelatihan ini sangat menambah wawasan, karena dari tidak tau menjadi tau, dan yang salah menjadi benar," ujar Halimah.

Acara yang digagas Balai yang Bahasa Sumatera Barat sebagai langkah untuk mengimplementasikan ejaan  Bahasa Indonesia dalam penulisan jurnalistik dan peningkatan kemampuan seni menulis agar yang selama ini menjadi kebiasaan yang salah bisa diperbaiki menjadi benar. (Naldi)