Gotong Royong Maksimalkan Kelompok Keserasian Sosial

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Gotong Royong Maksimalkan Kelompok Keserasian Sosial

Rabu, 06 November 2019

Tanah Datar, fajarsumbar.com - Sama hal dengan dua kelompok Keserasian Sosial (KS) lainnya yang telah melaksanakan kegiatan yang sama, KS Guguak Malalo juga menggelar dialog Tematik I di Masjid Taufiq Jorong Baiang Nagari Guguak Malalo Kecamatan Batipuh Selatan, Senin (4/11/2019).

Ketua KS Guguak Malalo Armanto di kesempatan itu mengungkapkan, dialog tematik I yang dilaksanakan merupakan rangkaian kegiatan dari pelaksanaan kegiatan perbaikan tali bandar Talago Lintah Jorong Baiang.

“Dalam dialog Tematik I ini kami mengangkat tema mendeteksi dini dan mencegah potensi konflik sosial dalam nagari, di mana kami sudah melaksanakan perbaikan tali bandar selama 35 hari kerja dengan sistem gotong royong dan diperkirakan saat ini sudah capai 50% realisasi pembangunan,” sampainya.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tanah Datar Yuhardi menyampaikan, KS Guguak Malalo merupakan KS ketiga yang melaksanakan dialog tematik I setelah dua KS lainnya. “Ada 3 KS di Tanah Datar yang memperoleh bantuan dari Kemensos Rp.150 juta yang dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur Rp 100 juta dan selebihnya untuk pembangunan SDM,” ujarnya.

Karena keterbatasan jumlah bantuan, tambah Yuhardi, program KS sengaja dilaksanakan dengan mengedepankan sistem gotong-royong sehingga kuantitas pembangunan fisik bisa dilaksanakan lebih berkualitas lagi. “Pelaksanaan dengan sistem goro sengaja dilakukan untuk menumbuh kembangkan rasa memiliki dan kepedulian sehingga sarana dan prasarana yang dibangun dijaga bersama,” ungkapnya.

Dalam acara dialog Tematik ini dihadiri Kepala Dinas Sosial Propinsi Sumatera Barat diwakili oleh Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Iskandar, Sekcam Batipuah Selatan, Kapolsek Batipuh Selatan dan Koramil Batipuh, TKSK, Wali Nagari Guguak Malalo, 

Kemudian Kepala Jorong Baiang, tokoh masyarakat, niniak mamak, Alim Ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, anggota PKK dan warga Jorong Baiang dengan jumlah peserta pertemuan lebih kurang 110 orang.(adek)