Halaman SD 10 Patamuan Ditanami Pisang oleh Pemilik Lahan -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

Halaman SD 10 Patamuan Ditanami Pisang oleh Pemilik Lahan

Selasa, 19 November 2019
.

Padang Pariaman,  fajarsumbar - Halaman Sekolah Dasar  Negeri (SDN ) 10 Patamuan, Korong Puncuang Anam, Nagari Tandikek Selatan, terlihat tidak seperti biasanya.

Kondisi terkini tempat dimana siswa-siswi menimba Ilmu demi masa depan sudah seperti lahan perkebunan yang begitu hijau terlihat dari jauh. Namun, ketika dilihat dengam dekat ternyata Sekolah yang masih ada aktivitas belajar mengajar di dalam kelasnya. Senin, (18/19).

"Terlihat halaman sekolah ditanami pohon pisang oleh pemilik tanah. Perihal itu menjadi perbincangan di tengah-tengah  masyarakat setempat bahkan telah menjadi buah bibir oleh sekelompok masyarakat hingga keluar di media sosial" ujar salah seorang warga yang tidak ingin namanya di publikasikan di fajarsumbar. 

Sementara itu terkait kejadian, Kepala Sekolah SDN 10 Patamuan,Tasmi menyebutkan perihal itu, ia menjelaskan tanaman pisang sekitar belasan batang di tanam oleh pemilik lahan pada 22 Oktober 2019 lalu. 

Ia mengatakan sudah tiga Minggu yang lalu pohon ini ditanami di halaman sekolah. Sementara itu, Untuk proses kegiatan belajar mengajar tidak terganggu. Tapi,  pemandangan yang indah layaknya halaman sekolah tetap membuat kami tidak nyaman.  

Buktinya, dengan adanya pohon pisang yang ditanam ini menyebabkan kegiatan upacara bendera dan olah raga tidak bisa dilakukan seperti layaknya sekolah lainya" ungkap Tasmi, Senin 18 November 2019. 

Ia menambahkan, terkait masalah tersebut sampai saat sekarang belum ada pihak siswa maupun wali murid yang datang untuk menyoal permasalahan ini. 

"Belum, belum ada orang tua siswa yang datang. Kami sudah lapor juga ke pihak Dinas. Sebelumnya pihak dinas juga sudah meninjau ke sini dan berunding dengan pihak Nagari serta pemilik tanah," kata dia. 

Lebih lanjut disebutkannya, saat itu pihak dinas langsung lakukan rapat di sekolah hingga malam hari. 

"Hasil dari rapat tersebut, pihak pemilik tanah mengizinkan aktifitas belajar mengajar. Namun tanaman pisang tetap ada," sebut Kepala Sekolah.

Menyikapi itu, pihak Nagari Tandikek Selatan,  Al Fajri yang menjabat sebagai Sekretaris Nagari mengatakan, permasalahan ini sudah cukup lama. 

"Sebenarnya masalah ini sudah cukup lama. Terkait itu kami dari pihak Nagari tentu ingin menyelesaikan permasalah ini," sebut Sekretaris Nagari Tandikek Selatan, AlFajri.

Ia menjelaskan sampai sekarang tanaman pisang tersebut tidak mengganggu aktifitas belajar dalam lokal. "Hanya saja aktifitas diluar menjadi terhalang dan untuk keamanan juga menjadi kendala," imbuhnya

Menurutnya  tanah tersebut merupakan masalah pribadi namun untuk pernyataan detailnya terkait masalah itu pihaknya tidak bisa mengatakan. Masalah lebih jelasnya, saya tidak begitu mengetahui. Terangnya

Meskipun demikian, AlFajri mengulas, perihal sertifikat tanah di SD tersebut sudah disetujui oleh pemilik tanah. "Sertifikat disetujui, namun di tengah-tengah ada kesepakatan yang tidak disetujui," ungkap AlFajri tanpa merinci kesepakatan tersebut. 

Diketahui tanah yang berdiri Sekolah Dasar di atasnya, merupakan tanah yang dihibahkan untuk mendirikan sekolah. Hingga berita dikirim oleh, pemilik tanah belum bisa memberikan keterangan resmi terkait penanaman pohon pisang dihalaman sekolah.(heri)