Janda Masukkan Bayi Dalam Mesin Cuci

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Janda Masukkan Bayi Dalam Mesin Cuci

Rabu, 06 November 2019
ilustrasi

Palembang, fajarsumbar.com - Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polresta Palembang menahan ST (36) pelaku pembuang bayi sendiri hingga tewas di dalam mesin cuci, Selasa (5/11). Polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap ST yang berlatar belakang asisten rumah tangga.

ST dihadirkan dalam gelar perkara perkara di Mapolresta Palembang. Dalam pengakuannya ST mengaku malu atas kehamilannya. Janin yang dikandungnya merupakan hasil hubungan gelap dengan seseorang pemuda berinisial AD.

"Setahun pacaran. Berhubungan intim dua kali," kata ST, Selasa (5/11) sebagaimana dilansir cnn indonesia.com.

ST merupakan janda dengan dua anak. ST menceritakan setelah mengetahui dirinya hamil, AD menolak bertanggung jawab dan melarikan diri. Sementara ST yang malu mengakui kehamilannya tersebut menyembunyikan kehamilan dari orang terdekat.

"Saya sembunyikan, selalu pakai korset jadi enggak kelihatan hamil. Semua orang enggak ada yang tahu saya hamil. Saya tahu hamil karena perut saya bergerak-gerak, tapi tidak periksa ke dokter," kata dia.

Lihat juga: Bayi Tewas Usai Dimasukkan ke Mesin Cuci di Palembang
ST yang mengenakan masker saat diwawancara mengaku saat hendak melahirkan, ia merasa sakit di bagian perutnya hingga memutuskan untuk masuk ke dalam kamar mandi. Tak perlu waktu lama usai masuk ke kamar mandi, bayi yang dilahirkannya langsung keluar.

"Bayi saya itu langsung jatuh ke lantai kamar mandi karena posisi saya waktu itu berdiri," ujar dia.

Usai melahirkan, ST meminta handuk kepada rekan sesama asisten pembantu rumah tangga di tempat majikannya yakni Ferdyta Azhar, anak mantan Wakil Gubernur Sumatera Selatan Ishak Mekki di Jalan Telaga nomor 9, RT4, Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, Senin (4/11) sekitar pukul 11.00.

ST keluar dari dalam kamar mandi dalam keadaan pucat dan lemah sehingga rekannya memberikan pertolongan dan membawa ST ke rumah sakit.

"Pas diajak ke rumah sakit saya panik jadi saya masukkan anak saya ke dalam terus dimasukkan ke mesin cuci. Saya niatnya cuma sementara saja naruh di situ, mau saya bawa ke panti asuhan," kata dia.(*)