Jembatan Putus Dihantam Sungai Batang Paman, 300 KK di Korong Patamuan Terisolir

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Jembatan Putus Dihantam Sungai Batang Paman, 300 KK di Korong Patamuan Terisolir

Senin, 25 November 2019
Warga harus merangkak melewati jembatan yang putus akibat dihantan air akibat meluapkan sungai di Korong Patamuan, Padang Pariaman

Padang Pariaman, fajarsumbar -  Hujan deras yang berkepanjangan semenjak Minggu (24/11) siang - dinihari di Kecamatan V Koto Timur,  Nagari Gunung Padang Alai, Padang Pariaman menyebabkan debit air Batang Paman meluap dan menghondoh sebuah jembatan hingga putus di Korong Patamuan. Akibatnya akses transportasi putus total. 

Ketua Pemuda Korong Patamuan, Puri kepada fajarsumbar.com, Senin (25/11/2019) menyebutkan, jembatan Batang Paman yang roboh akibat dihantam luapan air sungai akibat curah hujan tidak henti-hentinya semenjak siang hingga dinihari Mingggu (24/11)

Ia menjelaskan saat diketahui jembatan ini terputus sekitar pukul 17.55 Wib (Minggu sore)  saat itu hujan masih lebat. Ketika dilihat dari atas jalan, terlihat jembatan Batang Paman sudah roboh dan bersujud ke sungai.

Menurutnya, jembatan Batang  Paman ini satu-satunya akses masyarakat untuk keluar masuk dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Baik siswa- siswi yang pergi menuju sekolah maupun masyarakat yang pergi membeli kebutuhan di Pasar Padang Alai yang mesti menempuh jembatan.


.

Sementara itu Wali Nagari Gunung Padang Alai Muslim Nur kepada fajarsumbar.com membenarkan telah terjadi bencana yakni jebolnya jembatan Batang Paman akibat curah hujan tinggi sehingga debit air begitu meningkat tajam dari sebelumnya. 

"Lebih memprihatinkan lagi akibat jembatan Batang Paman ini terputus ada sekitar 300 KK (kepala keluarga) di Korong Patamuan terisolir dan mesti menggunakan jalan lain yang jaraknya tempuhnya 15 Km," terang Muslim Nur

Ia berharap agar masyarakat selalu bersabar akibat robohnya jembatan Batang Paman.  Kami dari pemerintahan Nagari Gunung Padang Alai berupaya memasukan surat ke dinas Pekerjan Umum (PU) agar bisa ditindak lanjuti secara cepat. Sehingga warga kembali bisa beraktivitas seperti semula. Ulasnya (heri)