Mengenal e-Recycle, Aplikasi Pengelolaan Sampah Plastik Terintegrasi

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Mengenal e-Recycle, Aplikasi Pengelolaan Sampah Plastik Terintegrasi

Jumat, 29 November 2019
(Liputan6.com)

Jakarta, fajarsumbar.com - MIS Group merilis startup yang menawarkan layanan pengelolaan sampah plastik yang bernama e-Recycle.
Ditemui pada malam penganugerahan PRAJA 2019, CEO di Multi Inti Digital Bisnis (MDB) Subhan Novianda menyebut e-Recycle sebagai layanan terintegrasi yang bersifat end-to-end dan berbasis pada aplikasi smartphone.

"Jadi apa yang kami lakukan adalah membangun sebuah aplikasi yang dibutuhkan buat keluarga, buat ibu rumah tangga, yang mana mereka bisa mengumpulkan sampah-sampah plastik, yang kemudian mereka bisa jual ke kami, kayak jual-jual barang gitu," kata Subhan.

Subhan menyebut gagasan merilis layanan ini adalah perhatian perusahaan terhadap banyaknya sampah plastik di Indonesia. Memang, Indonesia mreupakan penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok.

Volume sampah plastik di Indonesia per tahun mencapai 64 juta ton dan 3,2 juta ton di antaranya dibuang ke laut. Oleh karena itu, perusahaan tergerak untuk merilis layanan ini.
Aplikasi e-Recycle, yang saat ini tersedia di Google Play Store, dapat mengenali macam-macam plastik hanya dengan memindai barcode pada plastik tersebut. 

Adapun alur proses pengelolaan sampah plastik di e-Recycle diawali dengan pengumpulan sampah plastik di rumah tangga. Setelah sampah plastik terkumpul, petugas dari e-Recycle datang mengangkut semua sampah itu dan membawanya ke fasilitas pengolahan.

"Kami taruh (sampah plastik yang terkumpul) di fasilitas pengolahan di Pondok Ungu, Bekasi, dekat ke Jakarta Timur. Sekarang fasilitas itu baru bisa olah tiga ton per hari," tutur Subhan sebagaimana dikutip pada Liputan6.com.

Pengguna diharapkan telah menyortir sampah plastik itu berdasarkan jenisnya karena imbalan yang pengguna dapatkan juga tergantung pada jenis plastik tersebut.

Setiap kilogram sampah plastik itu bernilai macam-macam, ada yang Rp 4.000, Rp 5.000, Rp 6.000, dan seterusnya, yang dapat dibayarkan secara tunai atau melalui transfer.

Hasil pengolahan sampah plastik itu adalah barang jadi berbahan plastik yang kelak akan dipasarkan di rantai ritel. Untuk sementara ini, e-Recycle baru melayani area Jabodetabek sebagai pilot project. (*)