Pada Peringati HGN di SMK 9 Padang, Kepsek Serahkan Penghargaan pada Guru dan Murid Berprestasi

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Pada Peringati HGN di SMK 9 Padang, Kepsek Serahkan Penghargaan pada Guru dan Murid Berprestasi

Senin, 25 November 2019
Kepala SMKN 9, Ishakawi, S.Pd, M.Ds saat menjadi Irup pada memperingati Hari Guru Nasional di halaman sekolah, Senin (25/11/2019). (humas smk9 padang)

Padang, fajarsumbar.com - Ada yang menarik pada peringati Hari Guru Nasional (HGN) 2019 di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 9 Kota Padang, Senin (25/9/2019). Selain penyerahan penghargaan kepada guru, pegawai dan murid berprestasi, juga pelajar memberikan bunga kepada guru vaforit.

Hari Guru Nasional yang jatuh pada hari Senin, 25 November 2019 didahalui upacara bendera di halaman SMK9 Padang yang dihadiri siswa dan guru serta pegawai.

Demi menghargai prestasi guru, pegawai dan murid yang telah mengharumkan nama sekolah baik di tingkat provinsi maupun nasional selama 2019, Kepala SMKN 9, Ishakawi, S.Pd, M.Ds, memberikan sertifikat kepada mereka.

Guru yang menerima penghargaan tersebut, Dra. Hj. Rahimah dan Fauriza, S.Pd penghargaan karena mereka memasuki pensiun. Kepala sekolah memberikan penghargaan karena telah berbakti mendidik murid, sehingga meraih berbagai prestasi tingkat provinsi dan nasional.


Seorang murid memberikan bunga kepada guru pada memperingati Hari Guru Nasional di SMKN 9 Padang.

Penghargaan juga diberikan kepada Yulinar, M.Pd (Master Casto Sumatera Barat), Lilla Rama Dona, M.Pd, M. Hafdi, S.Pd (guru Bahasa Inggris berprestasi tingkat nasional).

Nora Adelina, S.Pd (guru PKn berprestasi tingkat nasional pada anugerah konstitusi), Boy Gren A.Md (tenaga pustakawan berprestasi tingkat Provinsi Sumbar.

Sementara siswa yang menerima penghargaan dari kepala sekolah, Alfilson meraih juara III Solosong religi tingkat Kota Padang, Nurul Aulia Hasanah (juara II pencak silat Tingkat Kota Padang), Jenifer Gabriella (juara I FLS2N Solosong Tk Prov. Sumbar).

Selanjutnya Adinda Maharani (juara I O2SN cabang renang tingkat provinsi dan juga meraih prestasi di tingkat nasional), Indah Putri Pamungkas (juara I pelajar nusantara tingkat Sumbar, Duta Inklusi Keuangan OJK Sumbar).

Fariza juara III LKS Tingkat Provinsi Sumbar bidang restoran service, Putra Arjuna Wijaya (juara II LKS Tk Sumbar, bidang Patiserry and convectionary Th 2019, Rara Amrile (juara III pencak silat tingkat Kota Padang, Ghazy Syafwan Syah meraih juara II lomba pencak silat antar SLTA tingkat Sumbar.

Kepala SMK 9, Ishakawi menyebutkan, penghargaan yang diberikan kepada guru, pegawai dan siswa tersebut sebagai wujud kepedulian sekolah kepada mereka yang telah meraih prestasi baik di tingkat kota, provinsi bahkan nasional.

"Penghargaan ini sebagai kepedulian sekolah kepada guru, pegawai dan siswa yang berprestasi. Semoga ini bisa jadi motivasi bagi yang lain ke depan, tidak saja mengharumkan nama sekolah tapi juga, Kota Padang di tingkat provinsi dan nasional," harapnya.


Kepala SMKN 9 Padang, Ishakawi menyerahkan sertifikat penghargaan kepada guru yang beprestasi mengharumkan nama sekolah baik di tingkat provinsi maupun nasional seusai upacara HGN di sekolah tersebut.

Pada kesempatan tersebut sebagai bakti kepada guru yang telah mendidik, sehingga meraih prestasi, siswa memberikan penghargaan kepada guru tersebut, penghargaan yang diberikan berupa bunga kepada tenaga pendidik tersebut vaforit.

Pemberian bunga itu sebagai rasa hormat dan berbakti terhadap guru yang telah memberikan bimbingan juga ilmu pengatahuan dalam memajukan dan meningkatkan mutu pendidikan.

Pesan Mendikbud
Pada upacara Hari Guru Nasional tersebut, Kepala SMKN 9, Ishakawi membacakan pesan Mendikbud, Nadiem Anwar Makarim. 

Pesan Mendikbud itu di antaranya, guru yang dinilainya terlalu disibukkan dengan urusan administratif, sehingga memiliki ruang gerak terbatas untuk memberikan pendidikan dengan cara inovatif karena tertekan tuntutan kurikulum dan sebagainya. 

Mendikbud menyampaikan sejumlah alternatif kegiatan yang dapat diaplikasikan guru di kelas agar suasana dan kualitas berlajar-mengajar tak selalu monoton. 

Misalnya dengan mengajak diskusi, memberi kesempatan murid mengajar di kelas, melibatkan anggota kelas dalam sebuah proyek bakti sosial, dan sebagainya. 

"Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak," pesan Nadiem yyang dibacakan Ishakawi. (andri)