Pascabanjir Besar di Solsel, Jaringan Belum Aktif, Warga Terisolasi Komunikasi

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Pascabanjir Besar di Solsel, Jaringan Belum Aktif, Warga Terisolasi Komunikasi

Minggu, 24 November 2019
.

Solsel, fajarsumbar.com - Di balik duka dan bencana banjir bandang yang terjadi dalam sepekan ini di Kabupaten Solok Selatan, sebuah daerah yang sering ditimpa bencana  dan belum bisa memanfaatkan jaringan telekomunikasi.

Nagari  Pakan Rabaa Timur hasil pemekaran Nagari Pakan Rabaa Induk, Kecamatan KPGD, Solok Selatan, Nagari ini berpendudukan lebih dari lima ribu jiwa berada disebuah daerah pedalaman setidaknya jarak antara kecamatan dengan nagari itu lebih kurang 20 Km.

Sejak dimekarkan Kabupaten Solok Selatan daerah ini sedikit agak terbuka juga, sejumlah inprastruktur seperti jalan, sarana pendidikan, sarana kesehatan sudah didapat walaupun dalam jumlah skala kecil.

Orang menyebut daerah ini berlantai emas sudah bertahun tahun lamanya pengusaha-pengusaha besar mengeruk hasil bumi mereka, namun apa yang didapat untuk PAD nagari sampai saat ini tidak ada. Hanya gulungan-gulungan emas urai yang dibawa mereka keluar Solok Selatan.

Nagari Pakan Rabaa Timur yang dikelilingi hutan belantara, sering dilanda banjir bandang, setidaknya sejak wilayah ini dihuni ribuan jiwa puluhan kali dihondoh banjir bandang, ironisnya usai bencana tidak ada perhatian pemerintah sama sekali.

Barang kali pihak pihak terkait beralasan musibah yang terjadi didaerah penghasil mutiara kuning itu (emas) sulit untuk memberitahukan kejadian yang dialami melalui alat telekomonikasi,karena kurangnya alat komonikasi.

Salah seorang warga Nagari Pakan Rabaa Timur Zainal Abidin yang rumahnya terkena musibah banjir bandang saat itu, kepada fajarsumbar.com mengatakan. "Dua unit rumahnya dimasuki air bah dan kayu kayu besar,sejak kejadian belum ada yang melihat kami kecuali keluarga terdekat," jelasnya.

Anak kemanakan berdomisili di luar nagari ini ,ada yang di Muaralabuh Surian, Solok dan Padang. "Saya tidak bisa menghubungi keluarga karena sinyal HP tidak ada disini. Itulah salah satu kesulitan warga kami disini jika terjadi bencana ya kami kami disinlah yang menanggung, berharap bantuan tidak bisa dihubungi," tambahnya.

"Kami juga bisa beli Hp,bahkan warga kamipun memiliki Hp Android, tapi sinyal yang tidak ada, jika sudah ada bencana, musibah dan sebagainya masyarakat kami sangat sulit untuk memberitahukan pada famili,dunsanak dan pihak lainya," ucap Abidin (Mak Ciak Bidin).

Langkah apa yang harus kami tempuh lagi untuk bisa mendapatkan jaringan didaerah penghasil garu ini.

Buktinya sudah beberapa kali daerah ini dilanda bencana banjir,galodo,putong beliung,selalu sulit untuk menghubungi dan dihubungi,pantasan banyak pejabat terkait yang tidak peduli dengan kondisi daerah ini, karena tidak mendapatkan informasi terkini, ironisnya setiap ditanya mereka berkilah tidak ada lapiran saat itu.

Sementara itu Wali Nagari Pakan Rabaa Timur Nasril mengakui kondisi yang dialami warganya selama ini pihak Nagari sudah berkali kali mengusulkan ke pihak yerkait malahan langsung ke pihak PT Telkomsel Padang, namun berbagai alasan mereka sampaikan.

Diakui memang sudah ada jaringan Telkomdes yang dikelola oleh Bumnag,tetapi penggunaanya terbatas pula,tidak semuda jaringan W-FI biasanya"Ucap Nasril. (Hendrivon)