Pati Lakukan Siaga Bencana untuk Manifestasi Kesiapan Berbagai Elemen

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Pati Lakukan Siaga Bencana untuk Manifestasi Kesiapan Berbagai Elemen

Rabu, 27 November 2019
.

Pati, fajarsumbar.com - Apel siaga bencana Kabupaten Pati terpusat di alun alun Juwana dipimpin Bupati Pati H. Haryanto SH, MM, M.Si. Apel siaga bencana diselenggarakan sebagai kesiapan dari berbagai pihak untuk menghadapi musim penghujan. Seperti tahun tahun lalu dalam musim penghujan banyak daerah wilayah Pati yang terdampak dengan banjir, Rabu 20/11/2019.

Dalam amanatnya Bupati Pati mengatakan Kabupaten Pati memiliki indeks resiko bencana alam yang cukup tinggi terutama banjir, tanah longsor, angin puting beliung, kekeringan, kebakaran dan abrasi pantai.  

Presidem republik Indonesia telah menginstruksikan seluruh pemangku kepentingan baik pemerintah, non pemerintah dan masyarakat untuk melakukan kegiatan kesiapsiagakan bencana di setiap daerah dalam rangka mengurangi resiko bencana sebagai upaya untuk mewujudkan ketahanan dan budaya sadar Bencana Masyarakat.

“Apel siaga bencana tahun 2019 ini merupakan satu forum kesiapsiagaan dalam menghadapi terjadinya bencana, diharapkan apel siaga bencana ini dapat menjadi manifestasi kesiapan Pemda Pati, Kodim 0718/Pati, Polres Pati, maupun berbagai komponen masyarakat Pati dalam mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan apabila terjadi bencana,” Ungkap Haryanto.

Apel siaga bencana yang dilaksanakan ini dihadiri juga oleh Plt Kepala BPBD Kab Pati  Hadi Santoso,  Camat Juwana  drs. Sugiono, MM,   Danramil 02/Juwana Kapten Inf Sriyanto, Kapolsek Juwana AKP Eko Pujiono,  Ketua  ORARI, PMI, Kepala  Damkar Pati,  Peserta apel dari unsur, TNI, Polri, Pemda dan Para relawan.

Dalam UU No 24 th 2007 tentang penanggulangan bencana, menyebutkan bahwa wilayah NKRI memiliki kondisi geografis, geologis, hidrologis dan demografis yang memungkinkan terjadinya bencana, baik yang di sebabkan faktor alam, faktor non alam maupun faktor manusia yang menyebabkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis dalam keadaan tertentu dapat menghambat pembangunan nasional. 

Untuk itu perlu ditegaskan bahwa penanggulangan bencana alam bukan hanya tugas pemerintah daerah, TNI, Polri maupun Instansi terkait semata namun itu semua tangung jawab  bersama selaku masyarakat dan warga negara. (02/m@s)