BBM Eceran Tidak Ada Lagi, Pengendara Dorong Motor Kehabisan Bahan Bakar

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

BBM Eceran Tidak Ada Lagi, Pengendara Dorong Motor Kehabisan Bahan Bakar

Selasa, 05 November 2019
.

Sawahlunto, fajarsumbar.com - Sungguh miris kejadian hari ini Selasa (5/11/2019), hampir di setiap jalan-jalan di Kota Sawahlunto, ditemukan pengendara mendorong sepeda motor karena kehabisan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Hal ini disebabkan, para pedagang BBM eceran sangat sulit untuk mendapatkan BBM karena peraturan UU pasal 53 UU Nomor 22 tahun 2001 tentang Migas disebutkan siapa saja yang memperjualbelikan kembali BBM jenis apa saja dianggap melanggar aturan niaga dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara, dan denda maksimal Rp 30 miliar.

Hampir setiap saat para pengendara berhenti dan menanyakan kepada pedagang eceran "Ada minyak Om", namun hampir tidak ada satupun pedagang eceran yang menjual BBM lagi di Kota Sawahlunto karena ancaman hukum yang begitu berat.

Salah satu anak sekolah SMAN 1 Sawahlunto Sandi warga Sapan beserta teman-temannya ikut membantu temannya yang kehabisan minyak. "Ada minyak Om?", ucapnya ke salah satu pedagang.

Pedagang BBM eceran tidak mau mengambil resiko akibat dari penjualan BBM eceran karena yang dikumpulkan hanya receh, namun hukumannya enam tahun penjara dan denda maksimal 30 Milyar. "Yang kita kumpulkan hanya receh, tapi hukumannya sangat berat", ucap Ayah Abu salah satu pedagang BBM eceran.

Tentunya fenomena langka ini menjadi pertimbangan bagi Pemerintah Daerah maupun Pusat dan mencarikan solusi cepat dan tepat sehingga tidak ada lagi masyarakat yang terlambat ke tempat kerja maupun anak-anak ke sekolah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari serta menimba ilmu akibat kehabisan BBM. (ton)