Pemanfaatan Aset Daerah Belum Optimal

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Pemanfaatan Aset Daerah Belum Optimal

Senin, 04 November 2019
Jhon Reflita saat membacakan pandangan umum fraksinya, Senin (4/11/2019).

Sawahlunto, fajarsumbar.com - Pandangan umum Fraksi Persatuan Pembangunan (PPP), Demokrat, Perindo) terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2020 Kota Sawahlunto yang dibacakan oleh Jhon Reflita.

Berdasarkan RAPBD tahun 2020 yang diajukan dapat dilihat pendapatan daerah tahun anggaran 2020 sebesar Rp631.809.255.114 atau mengalami penurunan sebesar Rp23.754.523.202 dibandingkan APBD tahun 2019.

Jhon Reflita menyampaikan dalam sidang paripurna DPRD kota Sawahlunto, Senin (4/11/2019). Secara implisit permasalahan utama yang dihadapi di bidang pendapatan daerah. 

"Belum optimalnya pemanfaatan aset daerah sebagai salah satu sumber PAD dan pengelolaan perusahaan daerah Kota Sawahlunto sebagai salah satu penghasil PAD, mohon tanggapan", ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, secara geografis kota Sawahlunto dikelilingi bukit terjal, kondisi tanah yang labil dan jika intensitas hujan tinggi tentunya berdampak ke masyarakat, terbukti dalam minggu-minggu ini terjadi tanah longsor dan banjir bandang.

"Kepada pemerintah daerah supaya meningkatkan alokasi anggaran operasional rehabilitasi sarana dan prasarana infrastruktur pasca bencana dalam APBD 2020 ini, kami ingin penjelasan berapa besaran dana penanggulangan bencana yang dianggarkan untuk tahun 2020 ini," imbuhnya.

Menurut fraksinya, ia menyatakan sangat tertarik dengan kata investasi, ada permasalahan besar di kota Sawahlunto yang menghambat investasi masuk ke Sawahlunto.

"Penyelesaian permasalahan lahan bekas tambang PT.BA yang berada di kawasan Kandi. Penyelesaian status kepemilikan tanah adat dan masyarakat yang bersengketa dengan PT. BA khususnya di Kelurahan Saringan, Lubang Panjang, Kelurahan Durian I kelurahan Durian II dan Desa Santur", sebutnya. (ton)