Pemimpi Itu Kini Berseragam Cokelat

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Pemimpi Itu Kini Berseragam Cokelat

Minggu, 10 November 2019

Pasbar, fajarsumbar.com - Muhammad Irfan, Kerap dipanggil Ifan. Pria berpostur atletis kelahiran Kapar Timur 15 Juni 1989 kini berhasil merubah arah haluan hidupnya. Mimpi berseragam Cokelat ala Kejaksaan Agung nan karismatik itu kini telah membalut tubuh kekarnya. Mimpi itu telah berhasil Ia raih.

Benar. Ifan berhasil. Dimana jutaan orang harus kembali pulang dan mengubur mimpi-mimpi mereka, sebab lulus PNS itu hanya mimpi yang sepertinya milik sebahagian kecil orang saja. Tapi nasib baik berpihak pada Ifan. Awal Februari 2019 Ifan lulus di Kejaksaan Agung RI dan ditugaskan sebagai Staf Bidang Pidana Umum pada kejaksaan Negeri Solok Selatan hingga sekarang.

Nasib baik berpihak pada orang-orang baik. Begitu kata kebanyakan orang.

Sebelumnya Ifan bertugas sebagai staf non PNS di Bagian Protokoler di salah satu instansi pemerintahan di Pasaman Barat. Andalan kepala daerah waktu itu karena  kepiawaiannya sebagai protokol dan pemain keyboard. Pria yang juga mahir dalam olahraga bela diri itu kini Ia telah menjadi bagian dari keluarga besar Adhiyaksa.

" tidak ada sebuah proses yang instan dalam menggapai sebuah mimpi. Bahkan terkadang kita harus menemui kebuntuan, seolah tidak ada harapan," sebut Ifan.

Menurutnya, bersungguh-sungguh adalah ikhtiar sempurna yang bisa dilakukan untuk mendapatkan apa pun dan melakukan apa pun.

"Dibaliak-baliak ba-mamanggang baru nyo masak lua dalam, diulang-ulang bak manyapuah sinan tatampak mangileknyo," tutur Ifan menyampaikan salah satu pepatah Minangkabau yang syarat makna itu.

Disampaikannya, Kenangan lama itu pasti selalu sangat membekas. Tidak ada jalan untuk kembali kesana kecuali dengan mengenang. Sekelam apa pun, seterang apa pun. Masa lalu tetap menjadi milik kita.

Banyak suka duka yang pernah dilalui selama menyandang status non PNS di pemerintahan. Terutama dalam hal kesejahteraan hidup.

"Saya terus berupaya memperbaiki keadaan. Terus mengejar mimpi untuk digenggam. Alhamdulillah Saya sampai kepada apa yang Saya impikan. Dekatlah dengan Allah. Karna Allah maha mendengar segala mimpi-mimpimu. Salam untuk para sahabat," ungkap Ifan. (Wati)