Pemko Padang Panjang Sosialisasi RPPLH

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Pemko Padang Panjang Sosialisasi RPPLH

Kamis, 07 November 2019

Padang Panjang, fajarsumbar.com- Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup gelar Sosialisasi Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup kota Padang Panjang (RPPLH) guna mendukung terlaksananya pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan di Aula kantor camat Padang Panjang Barat, Kamis (7/11).

Wakil Walikota Asrul mengatakan, berdasarkan hasil analisa Driver, Pressure, State dan Impact dari hasil focus group discussion (FGD) bersama OPD terkait dan pertimbangan isu strategis Provinsi, maka ada beberapa hal yang harus mendapat perhatian khusus di kota Padang Panjang.

Ditambahkannya, hal yang di maksud yaitu bisa kita lihat dari penurunan tingkat kualitas air pada air permukaan dan sumber air. Serta belum optimalnya penanganan limbah dari aktivitas ekonomi dan kependudukan serta penurunan luas lahan pangan.

"Tujuan dari RPPLH di lingkungan Pemerintahan Kota Padang Panjang dapat menjamin keberlanjutan Pembangunan Kota Padang Panjang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam batas-batas kemampuan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup", ucapnya.

Berkenaan dengan hal tersebut perlu dilakukan sosialisasi RPPLH yang telah disusun agar OPD terkait dapat menjadikan RPPLH sebagai dasar dalam penyusunan Rencana Strategis (RENSTRA), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Padang Panjang

"Bagi para peserta Sosialisasi agar turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Besar harapan Saya, para peserta sekalian dapat mengikuti Sosialisasi ini dengan serius dan sungguh-sungguh", pungkasnya.

Turut menambahkan, Kepala Dinas Perkim LH Wita Desi Susanti,mengatakan tujuan sosialisasi ini adalah untuk memberikan informasi pada stake holder tentang rencana perlindungan dan pengolahan lingkungan hidup. 

"Serta mengajarkan upaya pengolahan lingkungan hidup dan diharapkan dapat diimplementasikan dalam menyusun program daerah yang ramah lingkungan. Kegiatan ini diikuti lebih kurang 90 peserta orang," ujarnya.(adek)