Pengelolaan Budidaya Tanaman dengan Sistem Hidroponik

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Pengelolaan Budidaya Tanaman dengan Sistem Hidroponik

Rabu, 27 November 2019
.
Oleh : Ranny Fitriana Faisal, BPM, MHRM
Dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi
Universitas Andalas

Berdasarkan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi Pasal 1 Ayat 9 menyatakan perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam pasal tersebut juga ditegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan kegiatan sivitas akademika dalam mengamalkan dan membudayakan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. 

Sejalan dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012 maka Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Andalas, Kampus II Payakumbuh melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian dilakukan di Nagari Binaan Universitas Andalas di Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat dengan pembiayaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas (UNAND). 


.

LPPM UNAND secara rutin telah banyak melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan cukup mendapat respon yang positif dari masyarakat, kalangan industri dan kelompok sosial. Hal ini berdampak pada kinerja lembaga pengabdian kepada masyarakat Perguruan Tinggi dalam bidang Penerapan IPTEKS ke masyarakat. 

Sejak menjadi salah satu dari lima Nagari Binaan UNAND, Nagari Sungai Kamuyang selalu dapat memanfaatkan kegiatan-kegiatan yang diberikan oleh dosen dan mahasiswa UNAND untuk diaplikasikan di lingkungan Nagari. Pada tahun 2017, Program Studi Manajemen, Kampus Payakumbuh melaksanakan kegiatan pengabdian di Nagari Sungai Kamuyang berupa pengelolaan dan pengolahan sampah dari limbah sampah yaitu koran bekas. 

Selanjutnya pada tahun 2018, masih bersinggungan dengan tahun sebelumnya yaitu pengelolaan dan pengolahan sampah dari kaleng susu bekas dan botol kaca serta botol plastik. Pada tahun 2019, kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh dosen-dosen program studi Manajemen, Kampus II UNAND Payakumbuh berupa sosialisasi dan pelatihan pengelolaan budidaya tanaman dengan sistem hidroponik. 

Kegiatan pengabdian pengelolaan budidaya tanaman dengan sistem hidroponik di Nagari Sungai Kamuyang, Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan Program IbPSNB atau Program IPTEK Berbasis Program Studi dan Nagari Binaan. 

Kegiatan ini dilaksanakan oleh dosen-dosen program studi manajemen, UNAND Kampus II Payakumbuh yang terdiri dari ketua pengabdian Ranny Fitriana Faisal, BPM, MHRM, dan anggota pengabdian yang terdiri dari Winny Alna Marlina ST, MM; Agestayani SE, MM; DR. Susiana, SE, M.SI, AK; Musbatiq Srivani, SE, Ak, MA, MSE, Faisal Ali Ahmad, SP, MSI; Erizal N., SE, MM; Devi Yulia Rahmi, SE, MSc dan Fatma Poni Mardiah SE, MSM. Selain Dosen, kegiatan pengabdian juga melibatkan Mahasiswa yang membantu pelaksanaan kegiatan yang terdiri terdiri dari Ilham Hasidiki dan M. Khairi Wijaya (BP 2017), Eliza Ellen Surbakti  dan Fani Andriyani. (BP 2018). 

Tema dari pengabdian Pengelolaan Budidaya Tanaman Dengan Sistem Hidroponik di Nagari Sungai Kamuyang, Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan Program IbPSNB ialah pemanfaatan lahan sempit untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga. 

Tujuan dari pengabdian untuk memberikan pengetahuan sekaligus pelatihan kepada Warga Nagari Sungai Kamuyang mengenai pemanfaatan sistem hidroponik. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada hari Jumat, 1 November 2019 di Kantor Wali Nagari Sungai Kamuyang pada pukul 09.00 WIB. Kegiatan dibuka oleh Fani dan Ellen lalu pembacaan Ayat Suci Al-Quran oleh Khairi. 

Kemudian kata sambutan dari Ketua Pengabdian, Ranny Fitriana Faisal, BPM, MHRM yang mengatakan bahwa dengan diadakannya pelatihan hidroponik diharapkan nantinya masyarakat Nagari Sungai Kamuyang dapat menikmati untuk mengembangkan budidaya tanaman walaupun di lahan yang terbatas. 

Acara dibuka secara resmi oleh Bapak Fahrizal, selaku Sekretaris Nagari Sungai Kamuyang mewakili Wali Nagari Bapak Yalbaku Jevino. S.STP. 

Untuk Narasumber kegiatan pelatihan sistem hidponik ialah Ibu Aissa Mutiara Putri, ST, M.Sc. Beliau merupakan ibu rumah tangga yang mempunyai latar pendidikan magister Arsitektur Lingkungan di Jerman. Ibu Aissa tertarik untuk mengembangkan hidroponik dikarenakan keterbatasan lahan pekarangan tempat tinggalnya saat ini, sehingga menginspirasi beliau untuk menggunakan hidroponik sebagai alternatif media tanam. 

Selain itu dengan menggunakan hidroponik maka tanaman yang tumbuh secara hidroponik dapat dipastikan bebas dari pestisida dan lebih aman untuk dikonsumsi. 

Pada saat kegiatan pengabdian berlangsung, Bapak Ir. Irfendi Arbi, M.P yang merupakan Bupati Lima Puluh Kota berkesempatan hadir untuk melihat pelatihan ini disela-sela kunjungannya ke Kantor Wali Nagari untuk melaksanakan monitoring persiapan Nagari ini dalam menyambut Tour de Singkarak (TdS) 2019. 

Beliau mengatakan sangat bangga karena dalam kegiatan ini mahasiswa juga ikut berperan aktif dalam penyelenggaraan acara yang melibatkan peserta dari kalangan ibu PKK dan Bundo Kanduang Nagari Sungai Kamuyang yang sangat antusias dengan adanya acara ini. 

Selanjutnya, setelah sesi pemberian materi yang disampaikan oleh narasumber selesai, narasumber langsung mempraktekkan bagaimana tata cara penggunaan media tanam dengan metode hidroponik. Dalam kegiatan ini metode hidroponik yang digunakan adalah wick system yaitu dengan menggunakan sumbu dari kain flanel yang digunakan untuk menyerap dan mengalirkan air.

Alat yang digunakan dalam wick system terdiri dari benih (berupa kangkung dan pakchoy), rockwoll, larutan nutrisi A+B, netpot, kain flanel, gergaji kecil, baskom dan tutup. Semua peralatan sudah disediakan oleh panitia. 

Peserta yang hadir diberikan kesempatan untuk mencoba secara langsung metode hidroponik dengan wick system. Selain dengan baskom, alat lain yang dapat digunakan adalah botol bekas. Rahasia dari hidroponik ini lebih mudah untuk dilakukan adalah pemberian nutrisi yang cukup mudah yaitu dengan mengukur nutrisi secara teratur bagi tanaman. 

Tanaman hidroponik diberikan nutrisi khusus yang terdiri dari nutrisi A dan nutrisi B yang dijual dalam serbuk dan dibuat dalam bentuk larutan sesuai dengan petunjuk dari kemasan. Pemberian larutan nutrisi misalnya tanaman kangkung memerlukan nutrisi 1000 ppm, maka rumus larutan AB mix yang dibutuhkan ialah 5 mL Larutan A + 5 mL Larutan B + 1 L air. 


.
Dalam kegiatan ini, para peserta diajarkan secara langsung dalam pembuatan larutan nutrisi, serta mempraktekan cara penanaman dengan media hidroponik. Peserta dalam kegiatan pengabdian di bagi dalam beberapa kelompok dan mereka bekerjasama dalam membuat wick system.  

Peserta yang hadir sangat antusias dan memberikan respon yang cukup positif, bahkan memberikan beberapa pertanyaan seperti bagaimana cara mendapatkan nutrisi dan peralatan yang digunakan. Sebagian besar peralatan yang digunakan cukup sederhana seperti baskom  bisa didapatkan dengan mudah di daerah sekitar. Akan tetapi untuk rockwool sebagai media tanam baru dapat di datangkan dari Padang dengan cara memesan secara online. 

Sedangkan untuk bahan berupa benih tanaman juga bisa didapat di toko-toko pertanian sekitar. Meski awalnya peserta mengalami kesulitan, namun ternyata praktek hidpronik ini cukup mudah dikerjakan. Para peserta pengabdian berkomitmen akan terus mempraktekan kegiatan hidroponik meski acara telah berakhir karena bisa meningkatkan pendapatan rumah tangga atau setidaknya hasil tanaman bisa dikonsumsi sehari-hari.

Kegiatan yang dilaksanakan satu hari ini, berakhir dengan penutupan dan pemberian cinderamata dari UNAND kepada Wali Nagari Sungai Kamuyang. Pelaksana kegiatan yaitu dosen-dosen dan mahasiswa-mahasiwa berharap dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan dampak positif dan manfaat yang berkelanjutan untuk pengembangan nagari ataupun masyarakat yang menjadi kelompok target. (*)