Sempat tak Bisa Dilewati karena Banjir, Jalan Utama Muaralabuh - Padang Aro Normal Kembali

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Sempat tak Bisa Dilewati karena Banjir, Jalan Utama Muaralabuh - Padang Aro Normal Kembali

Sabtu, 23 November 2019
.

Padang Aro, fajarsumbar.com - Jalan utama Muaralabuh Padang Aro Km 20 Liki yang sempat tertutup total akibat banjir bandang malam tadi, kini kondisinya sudah normal dan sudah bisa dilewati dari dan ke Muarlaabuh. 

Hasil pantauan Media ini sejak pagi tadi.Sabtu (23/11) dilokasi terparah banjir bandang sejumlah warga di Jorong Liki Atas bersama sama membersihkan puing puing dan kayu kayu yang menghalangi baik jalan maupun didalam rumah.

Ari Hendratno mantan wali nagari Lubuk Gadang Selatan pagi itu mengatakan suasana malam tadi memang sangat mencekam,karena hujan yang tidak ada hentinya membuat air batang liki ini mengamuk dan membawa material batu,kayu,dan pasir,dan menututu ruas jalan,saat itu warga panik karena rumah warga banyak yang dipinggir sungai.

.

Namun pagi ini berkat kerja sama semua pihak sejak tadi malam hingga saat ini kondisi jalan sufah bisa dilewati,namun puluhan rumah warga dijorong Liki ini perlu perhatian segera.

Sementara itu kondisi di Muaralabub, Kiambang, Kampung Terandam, Mapolsek Sungai Pagu, ratusan rumah, Mako Polsek masih ditimbun lumpur, warga keaulita membersihkanya, disebabkan air PDAM banyak yang terputus. Dikecamatan KPGD, kondisi jembatan Sungai Pangkua semakin parah dan sudah patah,sehingga pihak keamanan Polsek.KPGD melarang warga melewati jembatan tersebut,kecuali berjalan kaki.

Aktifitas proses belajar dan mengajar dilokasi jembatan patah Sungai Pangkua setidaknya ada seribu lebih pelajar masih bisa melakukan proses belajarnya seperti biasa,hal ini disampaikan kepala sekolah SMAN 5 Solok Selatan Zuliani kepada Media disekolahnya.

Zulieni menambahkan proses PBM tidak terganggu hanya saja siswa sedikit masuk agak terlambat,lantaran mereka ada yang takut melewati jembatan.ambruk itu dan berputar arah.

.

Bupati Tetapkan Masa Tanggap Darurat Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria menetapkan masa tanggap darurat mulai dari tanggal 22 November hingga 5 Desember 2019 akibat bencana banjir.

Hal tersebut diperlukan agar proses evakuasi, penyelamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi korban bisa berlangsung cepat. Kejadian banjir tersebar di tiga kecamatan yaitu Sungai Pagu, KPGD , dan Sangir. Semoga semua cepak kembali normal kembali.Hendrivon. Teks Photo Kondisi terkini di Jorong Liki Nagari Lubuk Hadang Barat Daya sudah bisa dilalui. (Hendrivon)