TdS Resmi Ditutup, Gubernur Optimis Wisatawan Meningkat ke Sumbar

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

TdS Resmi Ditutup, Gubernur Optimis Wisatawan Meningkat ke Sumbar

Minggu, 10 November 2019
.

Padang, fajarsumbar.com - Tour de Singkarak (TdS) resmi ditutup, Minggu (10/11/2019). Gubernur Sumbar Irwan Prayitno optimis terjadi peningkatan jumlah wisatawan ke Sumbar. 

Dia menjelaskan, jumlah wisatawan yang melancong ke Sumbar akan meningkat usai pelaksanaan TdS, dikarenakan TdS di ekspos oleh berbagai media, baik media lokal, nasional dan Internasional.

"Setiap etape yang dilalui oleh pebalap pasti di ekspos oleh media, dan masyarakat luas pasti akan melihat. Apalagi tahun ini ada rute baru yang dilewati, yakni kawasan Mandeh dan Kerinci" sebutnya.

Kedepan pelaksanaan TdS, Gubernur berharap jumlah keikutsertaan akan terus bertambah, karena saat ini TdS berada di urutan ke 5 dunia.

"Kita pasti berharap posisinya terus naik" ungkapnya.

Tahun depan, Irwan Prayitno mengatakan pemerintah Provinsi Sumbar tetap siap melaksanakan balap sepeda yang tahun ini sudah berumur 11 tahun.

Namun bagi Kabupaten Kota yang tidak bisa berpartisipasi untuk tahun ini atau mungkin juga tahun depan, bukan berarti semangat yang hilang atau menolak, namun karena keadaan keuangan yang terbatas.

Sementara itu Chairman TdS 2019, Nasrul Abit mengatakan pelaksanaan TdS selanjutnya akan dibicarakan lagi dengan Kabupaten/ Kota, kemudian akan dilaporkan kepada Kementerian Pariwisata, bagaimana kedepannya kita cari sponsor agar tidak terlau memberatkan APBD.

"Kita berharap Kabupaten/ Kota tetap semangat dalam pelaksanaan TdS, karena seperti yang disampaian oleh Pak Gubernur tadi, efek dari TdS ini bukan saat pelaksanaannya, namun setelah pelaksanaan karena di ekspos oleh berbagai media" jelasnya.

Terkait keikutsertaan Provinsi Jambi tahun depan, Nasrul Abit mengatakan itu tergantung dari evaluasi nantinya. Namun kita berharap yang sudah ikut tahun ini dapat ikut lagi tahun depan.

Sedangkan untuk kemungkinan penambahan etape di Riau dan Bengkulu, hal tersebut tentu perlu di komunikasikan dan persetujuan lagi dengan UCI, ISSI, Kementerian Pariwisata dan Kementerian PU PR.

"Jika masuk Riau dan Bengkulu bisa mencapai 12-13 hari pelaksanaan, sedangkan 9 hari itu sudah waktu yang cukup lama" ungkapnya.

TdS tahun ini menempuh jarak 1.300 km lebih, yang dibagi menjadi 9 etape dan diikuti oleh 18 tim dengan jumlah keseluruhan 108 pebalap.

Untuk grand start dilaksanakan di Kota Pariaman, sedangkan grand finish di Kota Padang.