Tiga Peserta MKKS Solsel Terjebak Dalam Hutan Selama Tujuh Jam

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Tiga Peserta MKKS Solsel Terjebak Dalam Hutan Selama Tujuh Jam

Senin, 04 November 2019
Inilah tiga peserta MKKS Solsel yang terjebak di hutan belantara selama tujuh jam.

Solsel, fajarsumbar.com
- Pertemuan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah  (MKKS) Solok Selatan punya cerita. Tiga orang peserta terjebak dalam hutan belantara selama tujuh jam. Mereka akhirnya diselamatkan pemuda Nagari Abai, dalam kondisi lemas.


Ketiganya adalah Akmalurijal Putra Kepala sekolah SMAN 3 Solok Selatan, Irsat operator SMAN 3, Masrijal Wakakesiswaan SMAN 7 Solok Selatan.

Seperti diceritanya pada fajarsumbar.com mereka bertiga pulang menghadiri MKKS di SMAN 8 Solsel, mau pulang kalau lewat Solok dengan jarak tempuh 5 jam, lewat Sungai Rumbai dengan jarak tempuh 7 jam perjalanan. Jalan satu satunya lewat  hutan dan perbukitan dengan sepeda motor, setiba d itengah perjalan hari hujan, karena jalannya masih tanah liat jadinya ban sepeda motor tidak bisa jalan dan jalan sangat licin.

Dalam kondisi terjebak dalam hutan sinyal HP tidak ada makanan dan minum nggak ada. "Dari pada menahan haus terpaksa kami minum saja air yang tergenang dijalan,setelah itu kami coba lagi perlahan-lahan dorong sepeda motor bergantian mana tahu ada dapat sinyal," ujar mereka.

Sambil dorong motor di jalan tanah dan berbukit selama 4 jam baru ada sedikit sinyal tapi putus putus susah untuk  menghubungi teman teman diluar sana, rasa kuatir dan takut bercampur tenaga hampur habis, lampu penerangan pun tak ada, lihat kiri kanan,atas bawah tak satupun tanda tanda ada perkampungan, semua gelap gulita, hanya lampu Hp yang kami andalkan, itupun batrainya sudah hampir lowbat.

Hitungan detik sinyal henpone bisa kami dapati, dengan sigap Wakakesiswaan Masrijal mencoba SMS kesemua teman dan sahabatnya.

" Kawan kawan mohon bantuan kami terjebak di sebuah hutan menuju Abai, bantu kami kondisi kami lemas tak ada bekal untuk dimakan, sinyalpun hilang," katanya.

Mereka.bertiga masih mencoba merangka dimalam itu kedinginan dengan kondisi lemas, menggunakan mantel plastik,"Habis gimana lagi, kita coba aja jalan, mana tau nanti ada sinyal," tutur Akmalu menghibur Irsat.Disaat sinyal hilang hilang timbul.

Barangkali mungkin Tuhan masih melindungi kami bertiga, dalam kondisi seperti itu tidak ada yang menggangu, mungkin SMS atau WA pak Masrijal bisa dibaca oleh temanya, tiga jam kemudian datang bantuan dari sejumlah pemuda dengan membawa sebuah mobil Hilux, lega rasanya kami dapat bantuan dari ketua pemuda Nagari Abai, kondisi kami saat itu ketiganya sangat lemas.

"Terimakasih ketua pemuda Abai dan kawan kawan yang telah menyelamatkan kami bertiga yang terjebak dihutan belantara,tepat pukul 23.00 Wib kami sudah sampai dirumah masing masing,"Ini perjuangan bukan ilustrasi," utup Masrijal. (Hendrivon)