Tim TPID Padang Pariaman Belajar ke Sawahlunto

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Tim TPID Padang Pariaman Belajar ke Sawahlunto

Selasa, 26 November 2019
.

Padang Pariaman, fajarsumbar.com - Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kecamatan di Padang Pariaman  yang tergabung dalam cluster III lakukan study koperatif ke Badan Usaha Desa  (Bumdes) Kumbayau Maju Bersama di Kecamatan Talawi,  Kota Sawahlunto, Selasa ( 26/19).

Adrizon Junaidi Bendahara TPID Kecamatan V Koto Timur kepada fajarsumbar.com menyebutkan tim yang tergabung dalam rombongan study koperatif ini mewakili enam kecamatan diantaranya V Koto Timur,  V Koto Kampung Dalam,  Sungai Limau, Batang Gasan,  Sungai Geringging dan IV Koto Aur Malintang. 

Ia mengatakan pilihan untuk melakukan studi kooperatif ke bumdes Kumbayau Maju Bersama yakni keberhasilan daerah tersebut atas ekspor pinang hingga keluar negeri seperti India, turki, nepal.  

" Melihat sumber daya alam kita di enam kecamatan ini memiliki banyak kesamaan dengan Desa Kumbayau,  Sawahlunto.  sehingga kita ingin mengaplikasikan juga di daerah kecamatan masing-masing," ujarnya  didampingi Zulkifli,  Ketua Sungai Geringingging.  

Semetara itu,  sekretaris Bumdes Kumbayau Maju bersama Ashabul yamin menyampaikan terimakasih atas kunjungan studi tiru dari TPID Padang Pariaman dalam melihat keberhasilan mengelola Pinang hingga kualitas Ekspor keluar Negeri.  

Ia menjelaskan Bumdes Kumbayau yang terletak di Kecamatan Talawi,  Kota Sawahlunto  Berdiri sejak 22 Februari 2017. Untuk eksport tahun 2018 sebanyak 26 Ton, tahun 2019 504 Ton ke India,  Nepal dan Turki.  

"Hasil dari Bumdes Kumbayau telah meraut untung untuk pendapatan Asli desa (PAD)  sekitar Rp. 2,4 Milyar" Ujarnya 

Sementara itu, Yurnalis Tenaga Ahli P3MD padang Pariaman bidang Infrastruktur desa kepada fajarsumbar mengatakan kegiatan Studi tiru TPID enam kecamatan ini sangat bernilai positif serta dapat membuka wawasan. 

Dengan kunjungan ini agar pengelola Badan Usaha Milik Nagari (Bumnag)  mesti memiliki jiwa enterpernur yang tinggi. Tidak hanya mengandalkan program sektoral, melainkan membuat terobosan dalam mencari inovasi yang lebih bernilai tinggi.  

"Pengelola Bumnag tidak hanya berpokus dari dana desa.  Sementara peluang suplai dari dana lain masih banyak yang mesti diusahakan untuk menjadi pendapatan Asli Nagari" ujarnya

Dengan kunjungan studi tiru  ini semoga bisa mereplpikasikan di nagari masing-masing kita. sehingga membuka peluang kerja. Diharapkan stakholder bisa duduk bersama dengan pengeloa bumnag dalam memikirkan Bumnag kedepan lebih baik. Terangnya mengakhiri. 

Terlihat hadir dalam kunjungan Studi Tiru di Bumdes Kumbayau,  Kecamatan Talawi,  Kota Sawahlunto. Camat dari enam kecamatan dan Wali Nagari se-Kecamatan, dan Pengurus Bumnag. (heri)