Warga Pasa Padang Alai, Pariaman Menjerit, Gas Elpiji Sulit Didapat

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Warga Pasa Padang Alai, Pariaman Menjerit, Gas Elpiji Sulit Didapat

Rabu, 06 November 2019
.

Padang Alai,  fajarsumbar.com - Masyarakat Pasa Padang Alai, Kecamatan V Koto Timur,  Padang Pariaman, Sumatera Barat mengeluhkan  atas kekurangan gas elpiji semenjak tiga bulan terakhir ini. 

"Harga gas epiji mahal, tapi untuk mendapatkanya juga sangat sulit. Sementara gas tersebut sudah jadi kebutuhan pokok seharian untuk memasak," ujar salah seorang warga Pasa Balai, Nagari Gunung Padang Alai, Ranti (37) kepada fajarsumbar.com, Rabu (6/11/2019). 

Menurutnya, dalam seminggu kebutuhan tabung gas mencapai lima tabung,  sebulan menghabiskan 20 tabung untuk kebutuhan di warung kopi yang sehari-hari berjualan di Pasar Padang Alai" ungkapnya   

"Kondisi ini memiliki alasan, melihat kebutuhan selama berjualan minuman dan makanan,  tentu membutuhkan gas setiap hari"  Ujarnya dengan penuh harap. 

Kembali ia menceritakan ada sebagian warga di Pasa Balai terpaksa membeli gas keluar area pasa balai. Misalnya warga terpaksa membeli gas ke Nagari tetangga Kudu Ganting, kampung dalam dan malahan ada yang nekad lansung ke tandikek. terangnya

Ia mengukapkan pangkalan memang ada di sekitar pasar balai sekitar empat pangkalan.  Namun,  tidak sampai didapat gas yang dibutuhkan sudah habis entah siapa yang memborong atau membeli secara banyak. Imbuh dengan nada keheran-heranan.  

Sementara itu Sekretaris nagari Gunung Padang Alai, Tamrin saat diwawancarai membenarkan gas elpiji akhir-akhir ini memang sulit didapat untuk kebutuhan sehari-hari.  

Ia menghimbau agar seluruh pangkalan maupun agen-agen gas elpiji bisa distribusikan kepada masyarakat setempat. Jangan sampai ada yang bermain-main,  karena yang dirugikan masyarkat kita juga.  Harapnya

Terpisah kepala dinas Koperindag dan UKM Padang Pariaman, Dewi Roslaini saat dikonfirmasi fajarsumbar mengukapkan kebutuhan pasokan gas elpiji sudah kita serahkan kepada agen-agen yang resmi sesuai data yang kita terima.  

"Jika masih ditemui masih ada masyarakat yang belum mendapatkan,  sementara agen-agen telah kami sebar seluruh daerah. Maka kami bersama Tim akan melakukan monitoring kelapangan, jika ada agen yang mencoba bermain-main dilapangan maka tindakan tegas akaj kami berikan " ujarnya dengan nada sedikit marah

Ia berharap agar masyarakat setempat membuat surat resmi yang ditujukan kepada Dinas Koperindag terkait adanya gal elpiji sulit didapat. "Kami bisa langsung terjun untuk memantau kondisinya," katanya. (heri)