Berdalih Pengembangan Stasiun, Kios di Sekitaran Stasiun KA Dibongkar

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Berdalih Pengembangan Stasiun, Kios di Sekitaran Stasiun KA Dibongkar

Selasa, 03 Desember 2019
Satu unit alat berat membongkar kios yang terletak di Stasiun Kereta Api, Pariaman, Senin (3/12/2019).

Kota Pariaman,  fajarsumbar.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre II Sumatera Barat menertibkan delapan kios di stasiun kereta api di Kota Pariaman untuk pengembangan agar terciptanya lokasi yang nyaman bagi penumpang, Selasa (3/12/2019).

Hal ini diungkapkan Mardel (48) warga Pariaman yang sehari-hari menyewa kios untuk mencari nafkah merasa  kecewa dengan penertiban tersebut. 

Ia menyayangkan sebelum dirobohkan pihak PT KAI kurang melakukan sosialisasi terhadap warga yang menyewa tempat di sekitaran lokasi stasiun. 

Menurutnya pihak PT KAI sedikit  lambat terhadap kegiatan pembongkaran ini.

"Seharusnya kan seluruhnya ditertibkan dan sosialisasinya jauh-jauh hari agar persiapan kami lebih matang," tegasnya

Ia mengukapkan selama menyewa lokasi berjualan, dirinya tidak gratis begitu saja.  besaran uang sewa lahan yang mesti dibayarkannnya kepada pihak KAI yaitu senilai Rp2,5 juta pertahun. 

Sementara itu, Indra Manager Penjagaa Aset da Komersial Non Angkutan PT KAI Divre II Sumbar menyampaikan Stasiun Pariaman ini sudah lama, semenjak zaman Belanda dan sampai sekarang belum ada pengembangan.  

Ia menjelskan karena tidak pernah pengembangan tersebut sehingga fasilitas di stasiun Pariaman tidak lengkap mulai dari mushala yang tidak ada, ruang menyusui bagi kaum ibuk-ibuk,  hingga ruang kepala stasiun.

Karena fasilitas tidak lengkap, lanjutnya maka stasiun tersebut tidak memenuhi syarat pelayanan yang telah ditetapkan. "Targetnya minggu ke dua bulan ini pembangunannya akan dimulai," imbuhnya

Ia menyampaikan untuk menjalankan pengembangan tersebut pihaknya harus menertibkan sejumlah kios yang berada di lahan KAI yang selama ini disewakan dan kontraknya pun diputus semenjak enam bulan lalu.

Sosialisasi terkait pembangunan tersebut dilakukan pihaknya semenjak tiga bulan lalu kepada penyewa lahan milik KAI di daerah itu bahkan memberikan uang untuk biaya pembongkaran.

"Sebenarnya yang membongkar kiosnya yaitu penyewa karena kami telah memberikan uang bongkarnya. Jadi kami toleransi saja, kami bantu membongkarnya," ujarnya. (heri)