Generasi Muda Jangan Terbawa Arus, Ini Kata Wagub Sumbar

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Generasi Muda Jangan Terbawa Arus, Ini Kata Wagub Sumbar

Rabu, 04 Desember 2019
.

Padang, fajarsumbar.com - Sadar atau tidak generasi dengan kemajuan teknologi juga berdampak dan merusak generasi muda. Jika tidak melakukan perubahaan besar maka diperkirakan 30 - 40 tahun ke depan bangsa ini tidak akan seperti ini lagi, karena generasi muda tidak mampu menghadapi tantangan ini. 

Hal ini disampaikan Ketua Kwarda Sumatera Barat H. Nasrul Abit pada pembukaan kegiatan Kursus Mahir 
Tingkat Dasar (KMD) bagi anggota pramuka 
golongan penegak dan Pandega se Sumatera Barat 
2019, di kantor Kwartir Daerah 03 Gerakan Pramuka Sumbar, Selasa (3/12/2019)  malam.

Lebih Lanjut Nasrul Abit, mengatakan, penguat jati diri anak bangsa, rasa imam dalam beragama dan mampu berpikiran luas dan menguasai teknologi, merupakan modal kuat generasi muda kita untuk bersaing unggul di era masa datang. 

"Generasi muda kita mesti mempertahankan nilai-nilai budaya yang kita anut karena itu jatidiri kita, taat beragama dan menguasai teknologi. Jangan sampai kemajuan teknologi dan globalisasi ini terbawa arus, hendaknya generasi kita mengendalikan arus perobahan zaman itu", serunya. 

Ketua Kwarda ini juga menyampaikan, menaruh harap penuh kepada generasi muda yang menjadi generasi penerus bangsa, generasi calon pemimpin-pemimpin bangsa, yang merupakan tombak kemajuan suatu bangsa, karena generasi muda nanti yang meneruskan bangsa ini. 

Nasrul Abit juga menyebutkan, begitu juga dengan NAPZA 
dan obat terlarang, penyimpangan perilaku seks, sek bebas dan aborsi, terjadinya pergaulan bebas, tawuran dan kekerasan, serta kriminalitas remaja.

"Ini semua merupakan penyakit yang menyerang generasi 
muda saat ini, dan kita anggota pramuka harus memberantas ini semua, tidak hanya generasi muda namun juga semua kalangan yang di Sumatera Barat, mari kita bersama-sama untuk mendeklarasikan menolak serangan penyakit generasi muda saat sekarang ini", tegasnya. 

Ketua Kwarda juga sampaikan,  pendidikan kepramukaan juga mempunyai peran penting dalam pendidikan karakter bangsa dan pendidikan nasionalisme (patriotisme), serta 
menumbuhkembang jadi diri bangsa Indonesia yang 
berbudaya luhur harus kita bangkitkan kembali.

"Gerakan Pramuka sebagai lembaga pendidikan non formal 
akan melengkapi pendidikan informal yang diperoleh 
Peserta didik dalam keluarga, dan pendidikan formal di 
sekolah," tambahnya.(rel/ab)