Tewas Tertabrak KA, Jasa Raharja Sumbar Serahkan Santunan pada Ahli Waris

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Tewas Tertabrak KA, Jasa Raharja Sumbar Serahkan Santunan pada Ahli Waris

Selasa, 03 Desember 2019
Penyerahan santunan secara simbolis oleh petugas PT Jasa Raharja Sumbar, kepada ahli waris korban yang tertabrak kereta api di Kampung Jua, Selasa (3/12/2019). (humas jr sumbar)

Padang, fajarsumbar.com - Syamsul Bahri (54) korban tewas tertabrak kereta api (KA) di Kampung Jua Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Padang, Jumat (22/11/2019) lalu menerima santunan dari PT Jasa Raharja Cabang Sumatera Barat. 

Santunan itu sudah diserahkan kepada ahli waris korban melalui transfer bank pada 25 November 2019) lalu. Tapi penyerahan secara simbolis kepada pihak ahli waris korban dilaksanakan, Selasa (3/12/2019).

Sebagaimana relis Kacab Jasa Raharja Cabang Sumbar, Agung Tri Gunardi, yang diterima fajarsumbar.com, Selasa (3/12/2019) menyebutkan, santunan korban kereta api sudah diserahkan melalui transfer bank sesuai prosedur penyerahan santunan PT Jasa Raharja pada 25 November 2019 lalu.

Untuk secara simbolis penyerahan santunan dilaksanakan Selasa, 3 Desember 2019 oleh Kepala Bagian Operasional PT Jasa Raharja Sumbar, Hendra Yudistira yang disaksikan oleh Asisten Manager PT KAI Witril serta Herli Harce dari Polisi Bimnas. 

Santunan secara simbolis itu petugas langsung mendatangi rumah ahli waris di Kampung Jua No.025 RT 01 /03 Kelurahan Kampung Jua Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Padang.

Sebagaimana diketahui, Syahsul Bahri tewas tertabrak kereta barang di perlintasan kereta api di Kampung Jua, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (22/11/2019). Korban tertabrak kereta pengangkut semen yang melaju dari arah Indarung menuju Pelabuhan Teluk Bayur. 

Akibat peristiwa tersebut, nyawa korban tidak tertolong lagi, korban menghembuskan nafasnya terakhir di lokasi kejadian. Berdasarkan informasi warga setempat, perlintasan kereta api yang berdekatan dengan permukiman warga ini memang kerap memakan korban jiwa. Peristiwa ini bukan kali pertama terjadi di lokasi tersebut. (ab)