Kostum Festival Multi Etnis Lima Negara Harus Menyesuaikan Budaya Minangkabau

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Kostum Festival Multi Etnis Lima Negara Harus Menyesuaikan Budaya Minangkabau

Rabu, 04 Desember 2019
.

Bukittinggi, fajarsumbar.com - Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengingatkan Festival Multi Etnis lima negara, untuk tampil kostumnya menyesuaikan dengan budaya Minangkabau. 

Dalam pertemuan dengan wartawan Walikota Ramlan Nurmatias ,didampingi Yuen Karnova (Setda), Erwin Umar (Kadis Pariwisata dan Olah Raga) di TUP Setda, sebagai kota tujuan wisata memang harus banyak mengadakan iven, baik kesenian, budaya dan olah raga, Rabu (4/12)

Baik yang berskala nasional maupun internasional,  walaupun peserta ada yang datang dari luar negeri seperti India dan Etopia, kostum untuk tampil diacara ini harus  disesuaikan dengan budaya Minangkabau. 

"Kita tahu kesenian India dengan tarinya yang  sudah terkenal, bahkan ada yang terlihat bahagian tertentu , untuk budaya  di negara mereka itu biasa. Tidak demikian halnya bagi masyarakat kita di Bukittinggi khususnya, Sumbar umumnya. Yang berfalsafah Adat Basandi Sarak,  Sarak basandi Kitabullah," ujarnya.

Jangan ada lagi suara-suara sumbang yang muncul selasai acara fertival ini nanti, muncul masalah baru. Dan niat Pemko untuk mempromosikan Bukittinggi ke negara luar , justru menimbulkan kesan yang negatif. 

Labih lanjut kata Ramlan, disamping kedatangan tamu dari lima negara, juga diikuti oleh kedutaan negara masing-masing dan juga beberapa negara sebagai pemantau. 

Begitu juga peserta dari Aceh,  Batak, Tapanuli Selatan dan Melayu. 

Kepada masyarakat Ramlan mengimbau mari ramaikan Festival Multi Eknis ini,  berikan kesan pada tamu sebagai tuan rumah yang ramah.

Sehingga mereka pulang kenegaranya dengan kesan yang manis dan pantas untuk dipromosikan salah satu kota yang layak untuk dikunjungi di Indonesia. 

Kalau sekarang pesertanya lima negara, India, Etopia, China, Korsel dan Vietnam. Kalau acara ini berjalan dengan sukses, tahun depan masuk kelender nasional, pelaksanaanya rutin setiap tahun. (gus)