Nagari Sikucua Belum Tersentuh Pembangunan, Warga Sakit Harus Ditandu Sepanjang 6 Kilometer

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Nagari Sikucua Belum Tersentuh Pembangunan, Warga Sakit Harus Ditandu Sepanjang 6 Kilometer

Selasa, 03 Desember 2019
.

Padang Pariaman fajarsumbar -  Sungguh miris melihat realita yang mesti dihadapi warga di Korong Air Sungsang Durian Angik, Nagari Sikucur Barat,  Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Padang Pariaman.  

"Warga yang menderita sakit mesti menempuh jalan sekitar  6 Kilometer dengan ditandu menggunakan kain sarung sebagai media karena ketiadaan fasilitas, karena jalan yang begitu parah yang tidak bisa dilewati oleh roda empat," ujar wali korong setempat, Safrinal

Ia mengutarakan perih memang,  hatinya melihat warga harus ditandu menggunakan kain sarung untuk berobat ke rumah sakit atau puskesmas terdekat. 

"Begini betul nasib kami warga di Korong ini Harus ditandu untuk berobat. Bagaimana kalau situasi kritis, bisa-bisa nyawa melayang sebelum terobati, bisa-bisa ibu hamil melahirkan di jalan sebelum sampai di puskesmas ," terangnya Safrinal

Dia keluhkan perihal tersebut lantaran jalan di kampungnya rusak parah, berlumpur, tak bisa dilewati kendaraan ketika hujan. 

Kembali mengatakan, tak hanya mempersulit akses untuk pengobatan, untuk menimba ilmu pun pelajar harus berkubang menuju sekolah.

"Buka sepatu para pelajar, berkaki ayam mereka menuju sekolah. Disana-sini jalan berlumpur, 6 kilometer panjangnya," kata Safrinal.

Sementara itu, Rafii Wali Nagari Sikucur Barat saat dikonfirmasi fajarsumbar.com membenarkan bahwa di daerahnya masih banyak jalan yang ditempuh warganya yang belum tersentuh bantuan dari pemerintah daerah melalui dana APBD.  

Seperti masih banyak jalan yang belum beraspal,  padahal sudah sejak lama yang mesti dirasakan warga yang bergelumur dengan lumpur saat hujan tiba. 

Ia mengungkapkan untuk jalan yang saat ini belum diaspal seperti jalan korong Alahan tabek menuju Korong koto tabang, Korong air sungsang menuju korong Patamuan dan Alahan tabek menuju Koto Gadang.  Seluruh titik ini hingga sekarang belum tersentuh aspal.

"Padahal Jalan ini sudah diusulkan kepada Pemerintah Padang Pariaman. Namun,  dengan jawaban seluruh dana devisit akibat tersedot pembangunan yang lebih berskala besar sementara kebutuhan yang ada terabaikan," tegasnya dengan kecewa.

Wali Nagari Sikucur Barat ini kepada fajarsumbar juga merasa heran, sejak ia dilantik tahun 2018 upaya untuk membuka jalan hingga pembersihan bahu jalan sudah dilakukan.  Namun,  untum pengaspalan tentu tidak bisa menggunakan dana desa. (heri)