Polemik Pelantikan Walinagari di Sijunjung Terus Bergulir

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Polemik Pelantikan Walinagari di Sijunjung Terus Bergulir

Rabu, 04 Desember 2019
.

Sijunjung, fajarsumbar.com - Polemik pelantikan walinagari di Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung terus bergulir. 

Khamsiardi selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Nagari ketika  dikonfirmasi fajarsumbar.com, Rabu (4/12/2019) menjawab no comment"Kalau masalah itu saya no comment saja," jawabnya singkat.

Sebaimana diketahui, Selasa (3/12/2019) ada pelantikan walinagari di Kecamatan Koto VII yang merupakan kampung halamannya Wakil Bupati Sijunjung Arrival Boy.

Anehnya, pada pelantikan tersebut Arrival sebagai wakil bupati dan juga tokoh masyarakat di nagari tersebut tidak diundang alias terlupakan. Undangan hanya diberikan kepada Bupati Yusril Arifin. Akibatnya Arrival yang terkenal juga tokoh masyarakat di daerah tersebut tabik suga.

Ada dugaan indikasi pelantikan walinagari tersebut disangkut-sangkutkan pula dengan pilkada pada 2020 mendatang.

Kepala DPMN Sijunjung, Khamsyardi menyebutkan telah menyampaikan pemberitahuan melalui protokoler 

“Dalam acara seperti itu memang tak ada undangan yang ada hanya pemberitahuan dan itu disampaikan melalui protokol sama sperti kegiatan BGRM,” kata Khamsyardi menjawab awak media. 


Anehnya, Kabag Humas dan Protokol Pemkab Sijunjung Yunani, juga mengaku tidak tahu. “Saya tidak tahu soal itu (pelantikan walinagari-red)," ujar Yunani.

Heboh dan tabik suganya wakil bupati tersebut terlihat dari pesan WA dari Arrival Boy yang sudah beredar luas baik di kalangan tokoh masyarakat juga Aparatur Sipil Negara (ASN) serta pada awak media. Sehingga isi WA tersebut jadi trending topik oleh masyarakat Sijunjung saat ini.

Ada juga yang menyebut masalah pelantikan walinagari itu, hanya miskomunikasi saja, sehingga Wakil Bupati Arrival Boy terlupakan diundang menghadiri pelantikan walinagari di Kecamatan Koto VII. 

"Ini hanya miskomunikasi saja," ujar salah seorang pejabat Sijunjung saat menanggapi polemik pelantikan walinagari tersebut yang enggan namanya ditulis.

Berikut isi pesan WhatsAppnya yang beredar;
Saudara sekda dan OPD terkait… saya dapat info dari beberapa hari lalu ..kalau hari ini setelah zuhur ini ada pelantikan walinagari di kec koto VII.. sedang dengan detik ini saya belum menerima undangan untuk hadir dalam pelantikan itu…

Apakah tafsiran saudara2.. undangan tersebut cukup hanya dihadiri oleh BUPATI saja dalam hal ini bpk Yuswir arifin.. atau wakil bupati nya sudah tidak perlu tau dan di undang pada kegiatan2 yang akan berhubungan dengan masyarakat… ?? dalam pesan tersebut,

Terkait polemik tersebut berbagai tanggapan dari masyarakat dan banyak menyebut, ada hubungannya dengan Pilkada di Kabupaten Sijunjung di 2020. (def)