Sejak 2011 Ditemukan 27 Penderita HIV/AIDS di Sawahlunto

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Sejak 2011 Ditemukan 27 Penderita HIV/AIDS di Sawahlunto

Minggu, 01 Desember 2019
.

Sawahlunto, fajarsumbar.com - Ulang tahun Kota Sawahlunto ke 131 tahun dan Hari HIV/AIDS Internasional 1 Desember 2019. Sawahlunto sebagai salah satu Kota yang ada di Sumatera barat sedang berbahagia dengan diperingatinya hari jadi (1 Desember) yang ke-131 tahun.

Kebahagian meliputi seluruh hati penduduk Sawahlunto, dengan banyaknya kegiatan perayaan yang dilakukan oleh penduduknya. Tapi bagaimana dengan dengan Para penderita HIV/AIDS yang berada di sawahlunto?

Sejak tahun 2011 kota Sawahlunto telah mencatat 27 kasus penyandang Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) dengan 17 kematian dan saat ini ada 11 kasus yang bisa dikatakan tidak bernasib baik, menunggu kematian dan stigma negatif masyarakat. Sebelas kasus tersebut terdiri wanita, pria, dan anak 5 kasus.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kota Sawahlunto Dokter Al Anshari kepada fajarsumbar.com, Sabtu (30/11/2019). 

"Kecamatan Talawi 4 kasus, Kecamatan Barangin 2 kasus, Kecamatan lembah segar 4 kasus, Kecamatan Silungkang 1 kasus", ucapnya.

Menurutnya, Apakah mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan seperti yang mereka harapkan? 

Sementara itu klinik Voluntary Counselling and Testing (VCT) atau bisa diartikan sebagai konseling dan tes HIV sukarela (KTS) tidak ada di Sawahlunto. Karena pembentukan klinik VCT membutuhkan dana yang sangat besar, sedangkan Pemerintah Sawahlunto belum sanggup. 

Penderita harus didampingi seumur hidup oleh seorang konselor yang melayani pemeriksaan, pemeliharaan kesehatan dan pendampingan psikologi.

"Kita semua tahu bahwa (ODHA) harus mendapatkan pengobatan dan Pendampingan dari seorang konselor seumur hidup mereka. Sementara Sawahlunto tidak memiliki sarana yang memadai. Selamat ulang tahun Sawahlunto. Selamat hari HIV/AIDS internasional. Semoga Allah menyelamatkan kita semua," pungkasnya. (ton)