SMK - SMAK Padang Usung 30 Industri Pasangan Tandatangani MoU Dual System di Jakarta

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

SMK - SMAK Padang Usung 30 Industri Pasangan Tandatangani MoU Dual System di Jakarta

Senin, 02 Desember 2019
Tandatangani

Jakarta, fajarsumbar.com -  SMK SMAK Padang melangkah terdepan dalam peningkatan implementasi program Dual System atau program pendidikan sistem ganda. Sekolah vokasi industri dibawah binaan Badan Pengembangan SDM Industri Kementerian Perindustrian ini mengadakan temu industri selama tiga hari (27-29 November 2019) di Hotel Mercure Jakarta. 

Pihak SMAK Padang mengundang sebanyak 30 mitra industri atau industri pasangan untuk penguatan kerjasama terkait menyukseskan program pendidikan sistem ganda. Penguatan kerjasama dan kesepahaman kedua pihak ditandai dengan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU). 

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Kepala SMK SMAK Padang, Drs. Nasir. Sekaligus Nasir menyampaikan terkait penyelenggaraan kebijakan pendidikan dual system.  Dilanjutkan Wakil Kepala Bidang Kurikulum,  Fitriyeni tentang kurikulum sekolah dan implementasi dual system di institusi industri yang menjadi pasangan. 

Terkait penyampaian kebijakan pemerintah terhadap institusi pasangan dalam program dual system ini menghadirkan Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Kejuruan dan Vokasi Industri Kementerian Perindustrian, DR.  M.  Arifin. 

"Kebijakan pemerintah terhadap program pendidikan sistem ganda didukung penuh oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Kemenperin. Sistem ganda bertujuan untuk sinkronisasi kurikulum sekolah dengan kompetensi yang diharapkan industri sehingga tidak terjadi kesenjangan," kata Arifin. 

Dijelaskan, sistem ganda yaitu penerapan durasi 50 persen pelajaran di sekolah dan 50 persen prakrek kerja industri (Prakerin). "Khusus untuk Sekolah Menengah Analis Kimia yang menempuh lama pendidikan empat tahun, maka dua tahun adalah masa pelajaran di sekolah dan dua tahun lagi praktek kerja industri, " ulasnya. 

Sementara itu , Nasir menjelaskan, pertemuan pihak SMAK Padang dengan mitra industri merupakan dalam rangka sinkronisasi kurikulum.  Pihak industri diharapkan dapat memberikan masukan jika ada kesenjangan kompetensi dari output sekolah sehingga ke depan bisa lebih disempurnakan. 

"Kami berharap dari pihak industri dapat memberikan masukan. Jika ada kekurangan atau kesenjangan dari kompetensi yang dibutuhkan dengan output sekolah, ke depan bisa disempurnakan, " ujar Nasir. 

Lebih lanjut, Nasir menambahkan, sasaran ke depan melalui dual system ini SMAK Padang dapat mencetak tenaga industri kompeten.  Diharapkan mereka pun langsung diserap karena berbekal pengalaman prakerin di perusahaan yang jadi pasangan dual system. 

 "Berbekal pengalaman prakerin,  tentunya menghasilkan output SDM industri yang lebih mumpuni dan kompeten.  Selanjutnya mereka diharapkan bisa langsung diserap di industri, " imbuhnya. 

Adapun MoU kesepahaman kedua pihak ditandatangani langsung oleh Kepala SMK SMAK  Padang Nasir dengan pemangku kebijakan di industri pasangan. 

Selain penandatangan kesepahaman, dalam kesempatan ini Direktur PT.Unilab Indonesia,  Suoandi,  diundang sebagai narasumber. Supandi memaparkan implementasi Dual System di Industri pasangan. 

"Dengan dual system,  siswa mendapat kesempatan lebih lama untuk praktek. Dengan demikian pasangan institusi pendidikan dengan pelaku industri  bisa memenuhi kebutuhan tenaga analis yang kompeten sekaligus memiliki dasar pengalaman," terang Supandi. 

Selaku Ketua Pelaksana kegiatan temu industri , Mila Handrefa yang juga Kepala Sub Bagian Tata Usaha SMAK Padang menyebut kegiatan ini berjalan lancar. Hasilnya , terjalin kesepahaman dengan 30 industri yang menjadi mitra penerapan sistem ganda. 

"Hal ini memberi harapan baru kepada SMAK Padang. Mitra industri pihak SMAK Padang tentunya sudah bertambah. Dan untuk mencetak SDM yang komoeten di bidangnya akan terpenuhi, " ulas Mila. (rel/ab)