Tanggap Darurat Bencana Banjir Bandang di Solsel Berakhir 5 Desember

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Tanggap Darurat Bencana Banjir Bandang di Solsel Berakhir 5 Desember

Rabu, 04 Desember 2019
Pengungsi banjir bandang Pinti Kayu, Nagari Pakan Rabaa Timur, ditinjau Ketua Satkorlak Yuluan Epi, anggota DPRD Solok Selatan Muklis, terkait berakhirnya masa tanggap darurat, .

Solok Selatan, fajarsumbar.comTanggap darurat bencana banjir bandang yang terjadi di Pinti Kayu Nagari Pakan Rabaa Timur, Kecamatan KPGD, Solok Selatan berakhir, Kamis (5/12).

Berdasarkan SK Bupati Solok Selatan tanggap darurat hanya selama 14 hari hingga sampai tanggal 5 Desember 2019.

Tugas berat menanti Wali Nagari dan perangkatnya. "Biasanya setelah perhelatan yang tak diinginkan ini rumah sudah tokok babunyi inilah yang akan kami hadapi ke depannya," ucap Nasril didampingi ketua Badan Musyawarah Nagari Bamus Khairul Fadjri saat melayani tamu yang datang mengantar bantuan.

Artinya apa setelah habis masa tanggap darurat ini semua jenis pekerjaan kami,baik itu membagi,menyalurkan bantuan,mendata dan sebagainya jika tidak tepat sasaran akan menjadi batu sandungan bagi kami,pemerintahan nagari ini sangat hati hati setelah masa tanggap darurat dinyatakan habis.

Wali nagari,kami minta tambahan waktu tanggap darurat,karena masih ada lokasi yang diragukan dan masih ada daerah yang belum bisa dilewati,mengingat cuaca masih tidak stabil dan masih diguyur hujan.

Kemudian permasalahan yang sangat menjadi pikiran kami saat ini,pihak nagari sudah mencarikan lahan untuk relokasi sebanyak 68 jiwa dan menyediakan rumah hunian sementara untu 17 KK yang rumahnya tidak bisa dipakai lagi.

Anggaran untuk 17 KK tersebut hampir mencapai 36 juta terdiri dari sewa rumah selama enam bulan,makan,minum dan sebagainya,kemana anggaran ini akan kami carikan.

Sementara menurut BPBD dan BNPB,anggaran untuk sewa rumah penggunsi sebanyak Rp 36 juta itu tidak tersedia,bantuan yang datang silih berganti berupa sembako,peralatan rumah tangga,pakain layak pakai,makanan,air mineral beras,selimut,namun bantuan berupa dana kas tidak ada,fengan apa akan kami bayar." Inilah permasalahan yang akan timbul kemudian hari".Ucap Nasril

Terkait hal tersebut.Sekda Solok Selatan Yulian Epi,langsung mengadakan rapat terbatas dengan koordinator penanggulangan bencana dipisko penggungsian Balai balai Adat.Rabu (4/12),rapat itu diikuti oleh Camat KPGD,Wali Nagari,TNI Polri dan rapat ini langsung dihadiri juga oleh anggota DPRD Solok Selatan Muklis.ST

Ketua tanggap darurat Yulian Epi mengatakan,meningat masa tanggap darurat sudah habis,keadaan fisik sudah mulai pulih,untuk masalah bantuan sudah mencukupi,termasuk pakaian anak anak sekolah.

Menurut Sekda,untuk selanjutnya.Wali Nagari harus berkoordinasi dengan pihak pihak terkait masalah pendistribusian bantuan selanjutnya dengan dinas sosial dan kelompok masyarakat yang ada,sehingga nanti bantuan bantuan tersebut tidak bermasalah dan tepat sasaran.

Terkait masalah kontrak atau sewa rumah warga yang mengungsi untuk enam bulan kedepan,"Ini akan kita rapatkan ditingkat Kabupaten dan ini merupakan tugas kita bersama " Ucap Sekda.

Sekda mengatakan,bantuan yang datang banysk berupa barang,tidak seberapa yang dana kontan,afa bantuan dana dari Pemrov sebesar Rp 350 juta harus dibagi dengan daerah lain,yang bisa dicairkan untuk Nagari Pakan Rabaa Timur ini hanya Rp 250 juta dan Rp100 juta dipakai untuk biaya operasional jembatan Belly di KPGD

Sementara anggota DPRD Solok Selatan Muklis mengatakan.Dalam kondisi yang masih ekstrim ini kita harus waspada jangan kita lengah, sekalipun waktu tanggap darurat sudah habis.

Berharap apa kendala yang terjadi saat ini dilapangan bisa segera dibicarakan segera ditingkat Kabupaten,jika penangganan tidak maksimal dan tidak tepat sasaran,tanggap darurat tidak mungkin berhenti dan akan kita pakai tangap bencana lagi. (hendrivon)