Bahas BPJS Kesehatan, Anggota DPD Asal Sumbar tetap Desak Tinjau Ulang Kenaikan Iuran

iklan halaman depan

Bahas BPJS Kesehatan, Anggota DPD Asal Sumbar tetap Desak Tinjau Ulang Kenaikan Iuran

Rabu, 15 Januari 2020
Anggota DPD, Muslim M. Yatim dalam rapat membahas BPJS Kesehatan. ist


Jakarta, Fajarsumbar.com-Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia menggelar rapat dengar pendapat dengan mitra terkait BPJS Kesehatan. Dalam rapat tersebut, anggota DPD tetap mendesak BPJS Kesehatan meninjau ulang kenaikan iuran yang mulai diberlakukan awal tahun ini.

Rapat dengar pendapat dilaksanakan Rabu (15/1). Pembahasan utama tentang pelaksanaan Undang-undang No. 24 tahun 2011 tentang BPJS. Rapat ini dihadiri Ketua Asosiasi Rumah Sakit daerah Seluruh Indonesia, Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia, dan pakar jaminan sosial Prof. Hasbullah Thabrany.

Anggota DPD-RI asal Sumbar, Muslim M. Yatim menyinggung soal kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Kenaikan sampai dua kali lipat itu sangat memberatkan masyarakat. "Kita meminta kenaikan ini dikaji ulang. Ini sangat memberatkan masyarakat, terutama kalangan kecil," ujar Muslim M. Yatim.

BPJS Kesehatan selama ini menghadapi banyak persoalan. Mulau dari ketekoran, hingga tunggakan pembayaran ke rumah sakit yang sudah menggunung. Secara khusus, ada juga masalah relasi rumah sakit dengan BPJS Kesehatan dengan banyaknya pemutusan kontrak.

Persoalan BPJS Kesehatan ini menurut Muslim M. Yatim tak bisa dilihat dari satu sisi saja. Karena itu, DPD-RI melibatkan pihak asosiasi rumah sakit.

Muslim berharap, bermacam persoalan yang dihadapi BPJS Kesehatan tak mengganggu relasi dengan rumah sakit. "Jangan sampai masyarakat tak bisa menikmati layanan kesehatan prima hanya karena putusnya kontrak dengan rumah sakit," terang Muslim M. Yatim.

Ditambahkan Muslim, semua pihak mesti bahu-membahu untuk menemukan solusi demi menyelesaikan masalah BPJS Kesehatan. Program jaminan sosial nasional adalah hal bagus yang mesti diselamatkan kelanjutannya. (Rizal)