Berbau Maksiat Sejumlah Kafe Disegel di Payakumbuh, yang Lain Tunggu Giliran

iklan halaman depan

Berbau Maksiat Sejumlah Kafe Disegel di Payakumbuh, yang Lain Tunggu Giliran

Senin, 20 Januari 2020
Walikota Payakumbuh Riza Falepi menyegel salah satu kafe yang dianggap berbau maksiat, Senin (20/1/2020). (ist)

Payakumbuh, fajarsumbar.com - Walikota Payakumbuh Riza Falepi didampingi Kasatpol PP, Devitra, bersama puluhan aparat penegak perda dan TNI/ Polri, menyegel beberapa kafe, Senin (20/1/2020).

Dua kafe yang disegel Beranda yang berada di kawasan Jalan Soekarno Hatta, Simpang Balai Panjang serta Tambak Indah di kawasan Kelurahan Sicincin. Kafe itu diduga tempat berbuat maksiat.

Walikota Riza Falepi menyebutkan, penyegelan itu adalah respon menjawab keluhan dari masyarakat yang resah dengan kehadiran kafe yang terindikasi ada kegiatan berbau maksiat serta aktifitas jam tayangnya melewati batas waktu yang ditentukan.

”Kami melakukan penertiban dan penyegelan kafe ini sebagai respon menjawab keluhan masyarakat yang sudah resah tentang katifitas kafe terindikasi ada maksiat di dalamnya,” ujar walikota kepada awak media.

Selanjutnya Riza juga mengatakan tidak cukup sampai disitu saja, sebab menurutnya lagi akan ada juga beberapa kafe yang juga menyusul akan dilakukan penyegelan untuk kedepan, ungkapnya.

Sementara itu masyarakat Payakumbuh memberikan apresiasai kepada Pemko yang telah berani dan bertindak tegas menutup kafe yang diduga terindikasi ada berbau maksiat serta mesum, ujar warga.

Namun warga juga berharap dan meminta kepada Pemko agar jangan tebang pilih memberantas kemaksiatan dalam menyegel dan menutup kafe kafe berbau mesum.

Menurut salah satu warga, Ridwan, masih ada kafe yang lokasinya berada di pusat kota dan salah satunya sangat berdekatan dengan tempat peribadatan umat masih beroperasi.

” Pemko jangan tutup mata dan tebang pilih soal ini !” ujarnya mengatakan.

Ditambahkan Ridwan, ada beberapa kafe yang letaknya berada di pusat kota yang berinisal Emt, Mm, dan WT, masih tetap beroperasi dan cukup terbilang besar di Kota Payakumbuh tetap menjalankan aktifitas mereka.

Kafe Kafe tersebut disinyalir menyediakan wanita pendamping para tamu dengan dandanan yang seronok serta seksi paparnya mengatakan.

Menjawab tantangan serta informasi warga itu, Kasatpol PP Payakumbuh Devitra, mengatakan, tidak pernah Pemko tutup mata soal itu. Namun saat ini beberapa kafe yang ada di Pusat Kota seperti yang disebutkan oleh warga tersebut masih dalam pemantauan serta izin operasional mereka belum habis.

Namun yang pasti tutur Devitra lagi, semuanya ditertibkan dan akan dilakukan penyegelan secepatnya. (rio)