BPP Payakumbuh Timur Tunjukkan Kinerja Baik, Ini Buktinya

iklan halaman depan



BPP Payakumbuh Timur Tunjukkan Kinerja Baik, Ini Buktinya

Sabtu, 11 Januari 2020
Rapat koordinasi BPP Payakumbuh Timur

Payakumbuh, fajarsumbar.com
- Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Payakumbuh Timur menunjukkan kinerja yang cukup memuaskan diawal tahun 2020 ini. 


Dari lima BPP yang terdapat di Kota Payakumbuh, BPP Kecamatan Payakumbuh Timur tercatat yang tertinggi dalam menginput data rencana defenitif kebutuhan kelompok (RDKK) kelompok tani. 

Hal itu diungkap oleh Koordinator BPP Payakumbuh Timur, Khairul Amri dalam rapat koordinasi Pemerintah Kecamatan Payakumbuh Timur.

Dikatakan, BPP Kecamatan Payakumbuh Timur juga tercatat sebagai BPP yang paling banyak mendata petani yang akan memperoleh kartu tani. Kartu tani sendiri merupakan alat yang akan digunakan untuk menebus pupuk bersubsidi oleh para petani kedepan.

"Alhamdulillah kita menjadi yang terbaik dalam menginput data RDKK dan juga paling tinggi dalam menginput data NIK (nomor induk kependudukan) petani yaitu sebanyak 1735 NIK yang akan diterbitkan kartu taninya," ujar Khairul Amri dalam Rakor tersebut. 

Dikatakan, dari 1735 data yang sudah berhasil diinput, sebanyak 1460 NIK sudah diterbitkan kartu taninya. Pihaknya masih menunggu sisa penerbitan kartu tani jelang membagikan secara serentak kepada para petani di Payakumbuh Timur.

"Kartu tani ini dicetak oleh Bank Mandiri selaku pihak yang ditunjuk oleh pemerintah. Disamping syarat menebus pupuk subsidi, kartu tani nantinya juga berfungsi untuk ATM bagi petani dengan memberikan banyak keringanan," ujar Khairul.

Dijelaskan, kartu tani nanti juga akan berfungsi sebagai ATM khusus, dimana dalam pembuatan ATM tidak perlu saldo awal dulu dan tidak dikenakan biaya administrasi bulanan. 

"Meski saldonya kosong, kartu tani tetap aktif. Dan tak kalah penting, pemegang kartu tani tidak dikenakan biaya administrasi kartu bulanan sebagaimana ATM lainnya," terangnya.

Terkait mekanisme penebusan pupuk bagi petani yang tidak memegang kartu tani, Khairun mengatakan untuk sementara bisa mendatangi langsung agen pupuk bersubsidi dengan menunjukkan identitas diri.

"Kedepan penebusan pupuk hanya bisa dilakukan pemegang kartu tani. Mengingat kartu tani belum didistribusikan, maka bisa pakai kartu identitas lain dulu, dan langsung ke distributor/agen," ucapnya. 

Dikatakan, jatah pupuk bersubsidi dalam RDKK di Payakumbuh Timur diperuntukkan bagi tiga subsektor pertanian, yaitu subsektor tanaman pangan, subsektor holtikultural dan subsektor perkebunan. 

"Insyaallah dengan luas tanaman pangan kita sebesar 663 ha dengan IP tanam 2,8 kali pertahun, maka kebutuhan pupuk yang tercantum dalam RDKK sudah terpenuhi," pungkas Khairun.

Menanggapi laporan tersebut, Camat Payakumbuh Timur Irwan Suwandi meminta BPP mempercepat pendistribusian kartu tani tersebut. Pihaknya mengingatkan agar BPP lebih mendahulukan kebutuhan petani dilapangan.

"Jangan terlalu lama mendistribusikan kartu tani nya. Jika sisa kartu tani dalam satu bulan ini belum juga selesai dicetak, lebih baik kartu yang ada dibagikan saja dan bagi petani yang belum dapat, bisa pakai KTP dulu untuk menebus pupuk subsidi," ujar Irwan. 

Irwan turut mengapresiasi capaian BPP Payakumbuh Timur yang berhasil menjadi yang tercepat dalam pendataan RDKK dan penginputan data NIK petani.

"Semoga respon cepat BPP dalam mendata dan melahirkan data tersebut bisa dipertahankan demi kemajuan sektor pertanian Payakumbuh Timur kedepan. Apalagi pertanian merupakan mata pencarian utama mayoritas warga kita," pungkas Irwan.(rio)