Damai Dagang AS-China, Harga Emas Mengilap ke Rp722 Ribu

iklan halaman depan



Damai Dagang AS-China, Harga Emas Mengilap ke Rp722 Ribu

Kamis, 16 Januari 2020


 
(harga emas Antam)
Jakarta, fajarsumbar.com - Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp772 ribu per gram pada Kamis (16/1/2020) atau naik Rp5.000 dari Rp767 ribu per gram pada Selasa (14/1/2020. Begitu pula dengan harga pembelian kembali (buyback) naik Rp6.000 dari Rp679 ribu menjadi Rp685 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp410,5 ribu, 2 gram Rp1,49 juta, 3 gram Rp2,21 juta, 5 gram Rp3,68 juta, 10 gram Rp7,29 juta, 25 gram Rp18,13 juta, dan 50 gram Rp36,18 juta.

Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp72,3 juta, 250 gram Rp180,5 juta, 500 gram Rp360,8 juta, dan 1 kilogram Rp721,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.
Pada perdagangan internasional, harga emas berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.557 per troy ons atau menguat 0,19 persen. Begitu pula harga emas di perdagangan spot naik 0,04 persen ke US$1.556,9 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan harga emas di pasar internasional berhasil menguat berkat sentimen penandatanganan kesepakatan dagang fase pertama antara Amerika Serikat dan China.

Mulanya, harga emas sempat melemah berkat penguatan aset berisiko, seperti saham dan dolar AS. Namun, AS memutuskan untuk tidak menghapus kebijakan tarif bea masuk impor atas barang-barang dari China sampai kesepakatan dagang fase kedua selesai.

"Ini menjadi kekhawatiran pasar. Tarif bisa mengganggu negosiasi selanjutnya. Ini mendorong kenaikan harga emas," kata Ariston, Kamis (16/1/2020).
Hal ini kemudian membuat harga emas kembali menguat dan meredakan aset berisiko. Di sisi lain, ada sentimen penurunan tingkat imbal hasil (yield) surat utang AS (US Treasury).

"Ini juga mendorong kenaikan harga emas," ungkapnya sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.

Ariston memperkirakan harga emas akan bergerak di kisaran US$1.548 sampai US$1.564 per troy ons dengan kecenderungan menguat pada hari ini. (*)