DAMRI akan Beroperasi di Padang Pariaman

STIE-AKBP-30 JUNI

iklan halaman depan

DAMRI akan Beroperasi di Padang Pariaman

Senin, 06 Januari 2020
Kepala Dinas Perhubungan Padang Pariaman Hanibal, SE,MM sedang memipin Rapat Membahas Akan Dioperasionalkannya Bus DAMRI di 3 trayek jalur Kabupaten Padang Pariaman.

Parik Malintang, fajar sumbar.com Perusahaan Umum (Perum) DAMRI akan beroperasi di Kabupaten Padang Pariaman. Trayek yang akan dilalui bersifat perintis tersebut akan diresmikan di Padang Pariaman. 

Hal itu terungkap dalam rapat persiapan peluncuran angkutan perintis yang digelar Dinas Perhubungan Kabupaten Padang Pariaman di ruang rapat sekretariat daerah Kabupaten Padang Pariaman, Senin (6/1).

Kepala Dinas Perhubungan Padang Pariaman, Hanibal, SE, MM yang memimpin rapat itu, dihadiri Dinas Perhubungan Kota Pariaman, unsur Forkopimda Padang Pariaman, Perwakilan Poltekpel Sumbar, dan Camat yang Wilayahnya akan dilalui oleh trayek angkutan perintis Damri.

Dalam rapat itu membicarakan tentang pengoperasionalan Angkutan Perintis Damri Kabupaten Padang Pariaman yang akan diluncurkan di pelataran parkir Komplek Kantor Bupati Padang Pariaman, Parik Malintang, Kamis (9/1).

"Di Sumatra Barat hanya 3 (tiga) Kabupaten yang mendapatkan angkutan perintis Damri. Yakni Dharmasraya, Pasaman Barat  dan Kabupaten Padang Pariaman. Daerah Dharmasraya dan Pasaman Barat memperoleh masing-masing 2 (dua) Unit Bus, sedangkan Kabupaten Padang Pariaman mendapat 5 (lima) unit Bus dengan 3 (tiga) trayek," ungkap Hanibal.

Adapun 3 (tiga) trayek itu, sebut mantan Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) ini, ialah Pariaman - Ulakan - Pauh Kambar - Sungai Asam - IKK sebagai trayek pertama yang dilalui 2 (dua) armada. Trayek kedua Pariaman - Kurai Taji - Pauh Kambar - Parit Malintang - IKK ini, juga memiliki 2 (dua) armada. Sementara untuk trayek ketiga Poltekpel Sumbar - Pasa Usang - Lubuk Alung - IKK itu akan memiliki 1 (satu) armada. 

Ia mengatakan tujuan diadakannya angkutan perintis Damri ini, hanya sebagai pembuka jalan bagi kawasan tertinggal. Lagi untuk menarik pemodal agar bersedia menyediakan armada seperti angdes pada jalur-jalur yang tidak ada angkutan umum.

"Kehadiran dioperasionalkannya DAMRI akan membantu masyarakat dalam ketersediaan alat transportasi pada jalur yang tidak dilalui oleh angkutan umum" ungkap mantan Kepala BKD itu. (r/saco)