Genjot PAD, Anggota DPRD Lubuk Linggau Belajar ke Bukittinggi

iklan halaman depan



Genjot PAD, Anggota DPRD Lubuk Linggau Belajar ke Bukittinggi

Kamis, 16 Januari 2020
Suasana pertemuan anggota DPRD Lubuk Linggau dengan Wawako Bikittinggi di Balaikota, Kamis (16/1/2020). (gustimal/fajarsumbar.com)

Bukittinggi fajarsumbar.com - Sebanyak sebalas Anggota Komisi 1 DPRD Lubuk Linggau, Sumatera Selatan melakukan kunjungan kerja ke Balaikota Bukitttinggi, Kamis (16/1/2020).

Kedatangan wakil rakyat di Balaikota tersebut disambut Wakil Walikota, Irwandi, SH, Sekda dan sejumlah kepala OPD lainnya.

Di hadapan wakil rakyat tersebut, Wakil Walikota, Irwandi menyebutkan ada empat unggulan sember Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Bukittinggi. Selain bersumber Pariwisata,  juga dari perdagangan dan Jasa, Pendidikan serta dari bersumber dari kesehatan.

Seperti masukan dana dari objek-objek seperti objek wisata Kebun Binatang dan Taman Panorama,  Pusat Pasar Grosir Simpang Aur Kuning. Pesatnya pembangunan sarana pendidikan dengan banyaknya kampus dikota ini, begitu juga pelayanan bidang kesehatan sehingga Bukittinggi membangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)

Sementara itu, anggota Komisi I DPRD Lubuk Linggau Dr Morismon mengaku lebih tertarik tentang keberhasilan Kota Bukittinggi dalam pengentasan kemiskinan, sehingga mendapat penghargaan dari pemerintah pusat.

Dari jawaban Irwandi mengatakan, sebagai kota tujuan wisata, wisatawan yang datang ke Bukittinggi, bukan saja untuk berwisata, belanja, berobat atau termasuk bagi warga di luar kota untuk menimba ilmu di kota tersebut.

Namun banyak yang datang untuk mengadu nasib,  mencari kehidupan, mereka beraktivitas bergerak diberbagai sektor.

Hal ini dapat dilihat dari  kuliner ada masakan nusantara apapun  macam kuliner mereka bawa dari daerah mereka. Begitu juga yang datang mecari pekerjaan bahkan pemulung sekalipun.

Dalam hal ini Pemda Bukittinggi pertama mendata penduduk miskin berbasis kelurahan. Kedua menanamkan budaya malu. Dimana setiap yang mendapat bantuan tergolong keluarga tidak mampu rumahnya akan ditempel stiker.

Selanjutnya ada yang mimpin suatu kaum yang bergelar Datuak, kalau ada orang yang menyatakan miskin akan dipertanya orang ini keponakan siapa dan datuaknya siapa. Ada rasa malu bagi kaum tersebut anggota keluarganya dikatakan miskin.

Kedua penanggulangan kemiskinan berbasis kelurahan, melalui kader-kader di RT/RW akan terdata dan menyeleleksi siapa saja yang berhak mendapat bantuan dari pemerintah dan setiap kelurahan berbeda cara penamggulangannya.

Semua yang dapat bantuan  tercatat sebagai penduduk miskin tidak ada rekayasa. Data inilah yang dikirimkan ke pusat, data ini akan berubah setiap tahun, karena orang yang telah berhasil meningkatkan ekonomi tidak lagi didaftarkan sebagai penerima bantuan keluarga miskin.

Menaggulangi kemiskinan pemda melakukan sekolah keluarga, dalam hal ini diberi pendidikan bagaimana berusaha. Di antaranya dilatih menyulam, menjahit, membuat usaha kue dan memanfaatkan lingkungan rumah untuk tanaman produktif sehingga tidak semuanya dibeli dan dapat menghemat pengeluaran keuangan keluarga.ungkapnya. (gus)