Jangan Marahi Anak yang Datang ke Masjid, Meskipun Bergelut

STIE-AKBP-30 JUNI

iklan halaman depan



Jangan Marahi Anak yang Datang ke Masjid, Meskipun Bergelut

Selasa, 21 Januari 2020
Foto bersama seusai launching gerakan masjid/mushalla Sawahlunto ramah anak di Masjid Agung Nurul Islam, Senin (20/1/2020).

Sawahlunto, fajarsumbar.com - Jangan marahi anak-anak yang datang ke Masjid, meski mereka kadang bergelut atau membuat ribut. 

Hal itu dikatakan Walikota Sawahlunto Deri Asta saat launching gerakan masjid/mushalla Sawahlunto ramah anak di Masjid Agung Nurul Islam, Senin (20/1/2020).

Launching masjid/mushalla ramah anak ini menjadi salah satu strategi Pemko Sawahlunto untuk menciptakan Kota Layak Anak yang menjamin pemenuhan hak-hak anak untuk beribadah di rumah ibadah.

Gerakan ini juga menjadi strategi menciptakan generasi cinta masjid, merealisasikan visi misi pemerintahan Pemko Sawahlunto.

Pada kesempatan itu Walikota Sawahlunto menandatangani pakta integritas bersama sejumlah unsur berkomitmen menciptakan masjid/mushalla Sawahlunto Ramah Anak. Penandatanganan itu juga disaksikan Dewan Masjid Sumatera Barat.

Terlihat juga hadir dan sekaligus berkomitmen untuk mendukung gerakan masjid/mushalla Sawahlunto ramah anak ini diantaranya Kemenag, kepala desa/lurah, pengurus masjid dan mushalla, LKAAM, MUI, FKUB dan dewan masjid Kota Sawahlunto.

Ketua Dewan Masjid Kota Sawahlunto, H.Afdhal mengakui adanya fenomena di masyarakat, pengurus masjid/mushalla bersikap kasar terhadap anak-anak. 

Ia berharap gerakan ini akan menggugah kesadaran masyarakat dan menjadi salah satu jawaban dari persoalan umat. 

Sementara Dewan Masjid Sumbar Bidang Advokasi Hukum, El Yunus mengungkapkan hal senada. 

"Ada paradigma di masyarakat yang harus dirubah. Anak-anak seharusnya diposisikan shalat di samping orang dewasa sehingga mereka belajar tertib. Tidak ada dalil syar'i yang menyatakan anak-anak bisa memutus syaf shalat orang dewasa, sehingga mereka harus digusur ke ujung bahkan ke belakang," ungkapnya.

Ia menegaskan, masjid bukan haknya orang dewasa saja, tapi masjid seharusnya menjadi tempat
mendidik anak-anak untuk cinta ibadah, menjadi pondasi awal membangun jemaah.

Bahkan ia menyebut sabda Nabi SAW "Bila tidak ada lagi riuh riang suara anak-anak di masjid, maka tunggulah kehancuran akan datang".

Dalam kesempatan itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perlindungan Perempuan dan Anak, Dedi Syahendri, SSTP mengatakan, akan ada penilaian masjid/mushalla ramah anak tingkat Kota Sawahlunto hingga tingkat nasional, untuk mendorong inovasi pengurus Masjid/musholla menciptakan masjid/mushalla ramah anak.(ton)