Kasus Ini Lebih Besar dari Jiwasraya, Rp10 Triliun Dana Dikorup

iklan halaman depan



Kasus Ini Lebih Besar dari Jiwasraya, Rp10 Triliun Dana Dikorup

Sabtu, 11 Januari 2020
.

Jakarta, fajarsumbar.com - Menko Polhukam Mahfud MD mengaku telah menerima informasi tentang dugaan kasus korupsi di salah satu BUMN, yaitu PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) atau disingkat PT Asabri.
Menurut Mahfud, kasus tersebut cukup besar, bahkan diduga lebih besar dari kasus Jiwasraya, dengan nilai korupsi di atas Rp10 triliun.
“Ya saya mendengar ada isu korupsi di Asabri yang mungkin itu tidak kalah fantastisnya dengan kasus Jiwasraya, di atas Rp 10 triliun,” ungkap Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jumat (10/1.
Mahfud mengaku belum tahu banyak soal kasus korupsi yang diduga terjadi itu, termasuk siapa pihak yang terlibat. Ia mengaku akan mendalami dan mengawal persoalan tersebut, agar bisa diselesaikan sampai terang.
“Saya kan baru membaca berita dari yang Anda-anda tulis bahwa ada berita korupsi besar-besaran di Asabri," kata Mahfud kepada wartawan.
"Kemudian setelah saya dengar selintas dari pejabat yang berwenang, nah kayaknya iya. Nah kalau iya, jangan didiamkan. Mari kita giring ke proses hukum dan supaya diungkap ya,” lanjutnya.
Mahfud meminta agar masyarakat tidak dulu berspekulasi. Termasuk spekulasi yang menyebut soal keterkaitan Istana.
“Tidak usah berspekulasi si A terlibat, ini dari Istana. Tidak ada itu. Pokoknya Presiden sudah memerintahkan gebuki semua yang korupsi itu, jangan ditutup-tutupi. Yakinlah. Jadi kalau orang selalu curiga, kasih ke saya siapa yang terlibat, saya antarkan nanti ke KPK atau ke kejaksaan,” tegasnya.
PT Asabri (Persero) adalah BUMN yang bergerak di bidang asuransi sosial dan pembayaran pensiun khusus untuk prajurit TNI, anggota Polri, PNS Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan Polri.
Dugaan korupsi di Asabri mencuat setelah ramai kasus Jiwasraya. Dikabarkan, saham-sama yang dimiliki PT Asabri (Persero), mengalami pertumbuhan negatif atau menurun drastis di awal 2020.
Di balik penurunan itu, ada indikasi kacaunya pengelolaan dan manajemen keuangan di Asabri. Banyak yang berspekulasi, Asabri akan mengalami nasib serupa Jiwasraya.