Kepala Daerah Harus Sediakan Anggaran untuk Penelitian Cegah Bencana

STIE-AKBP-30 JUNI

iklan halaman depan



Kepala Daerah Harus Sediakan Anggaran untuk Penelitian Cegah Bencana

Sabtu, 18 Januari 2020
Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit saat meninjau lokasi banjir bandang di Jorong Tanjuang Sawah, Nagari Padang Laweh, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sabtu (18/1/2020). (humas pemprov)

Padang, fajarsumbar.com - Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit meminta kepada bupati dan walikota  di Sumbar harus memiliki anggaran untuk melakukan penelitian mencegah atau mengurangi dampak bencana alam.

Terutama banjir bandang dan longsor yang sering terjadi di Sumbar hampir setiap tahunnya, apalagi potensi bencana itu hampir ada di setiap daerah di Sumbar. 

Hal tersebut disampaikannya Nasrul Abit usai meninjau lokasi banjir bandang yang terjadi Jorong Tanjuang Sawah, Nagari Padang Laweh, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sabtu (18/1/2020). 

Menurut Nasrul Abit, untuk para pakar ada pada perguruan tinggi yang ada di Sumbar, dan tinggal bagaimana cara bekerjasama dengan pihak-pihak tersebut. 

“Dari penelitian-penelitian nanti tentu akan ada hasilnya, setelah itu bupati dan walikota tinggal untuk menyikapinya, namun jika tetap terjadi tentunya akan mengurangi dampak, terutama jangan ada korban jiwa,” sebutnya.

Selain hal tersebut, Wagub mengimbau seluruh masyarakat terutama yang tinggal di sekitar daerah rawan bencana untuk tetap waspada. Jika ada tanda-tanda akan terjadi bencana agar segera menyelamatkan diri.

Hal teresebut sudah ditindaklanjuti oleh Pemprov Sumbar dengan penetapkan status siaga tanggap darurat bencana banjir bandang dan longsor, yang ditetapkan melalui surat keptusan Gubernur nomor 360-975-2019 tertanggal 22 Desember 2019.

Dalam SK tersebut disampaikan bahwa penetapan siaga dan tanggap darurat mulai 20 Desember 2019 hingga 28 Februari 2020. Dimana penetapan tersebut berdasarkan perkiraan cuaca BMKG, yang menginformasikan wilayah Sumbar akan dilanda hujan dengan intensitas cukup tinggi hingga akhir Februari 2020.

“Kami sangat berharap kepada seluruh masyarakat Sumbar, agar hal ini menjadi perhatian,” ungkapnya. (fadli)