Konflik Panas Iran-AS Kerek Rupiah ke Rp13.860 per Dolar AS -->

iklan halaman depan

Konflik Panas Iran-AS Kerek Rupiah ke Rp13.860 per Dolar AS

Kamis, 09 Januari 2020

 
(cnnindonesia.com)

Jakarta, fajarsumbar.com - Nilai tukar rupiah menguat ke Rp13.860 per dolar AS atau sebesar 0,29 persen pada perdagangan pasar spot, Kamis (9/1/2020) pagi. Sebelumnya, posisi rupiah berada di Rp13.900 per dolar AS pada penutupan pasar Rabu (8/1/2020).

Pagi hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS. Terpantau, won Korea menguat sebesar 0,85 persen, ringgit Malaysia 0,25 persen, dolar Singapura 0,07 persen, dan baht Thailand 0,12 persen.

Sementara, pelemahan terhadap dolar AS terjadi pada yen Jepang sebesar 0,10 persen, lira Turki 0,05 persen, dan dolar Hong Kong 0,03 persen.
Kemudian di negara maju, mayoritas nilai tukar bergerak menguat terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris menguat 0,10 persen, dolar Australia menguat 0,11 persen, dolar Kanada 0,04 persen, diikuti euro yang menguat sebesar 0,07 persen terhadap dolar AS.
Kendati menguat, Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai rupiah akan kembali melemah hari ini disebabkan oleh sentimen hubungan Iran dengan AS yang masih panas.

"Kekhawatiran pasar terhadap potensi konflik antara AS dan Iran masih ada, sehingga mungkin rupiah dapat kembali melemah hari ini," kata Ariston, Kamis (9/1/2020).

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah merespon serangan Iran ke pangkalan AS. Trump menyebut langkah Iran merupakan hal yang sia-sia, dan akan membuat Iran mundur.

Trump pun kemudian mengaku akan memberlakukan sanksi baru kepada Iran. Namun dia belum mengungkapkan bentuk sanksi yang akan dijatuhkan terhadap Iran. AS sampai saat ini masih menimbang sanksi seperti apa yang akan diberlakukan.

Diketahui, terdapat serangan militer balasan dari Iran ke basis militer AS di Irak dengan cara menembakkan beberapa rudal, pada Rabu (8/1/2020) dini hari.

Menurut Ariston, serangan balasan ini bisa memicu aksi saling balas, dan dapat berujung perang di Timur Tengah yang berpotensi mempengaruhi perekonomian secara global sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.

Lebih lanjut, Ariston berpendapat rupiah akan bergerak di kisaran Rp13.800 hingga Rp13.950 per dolar AS pada hari ini. (*)