Korban Kebakaran Hutan Australia Jadi 28 Orang -->

iklan halaman depan

Korban Kebakaran Hutan Australia Jadi 28 Orang

Minggu, 12 Januari 2020

 
(kebakaran hutan)
Australia, fajarsumbar.com - Pemadam Kebakaran Hutan Wilayah Bagian Victoria, Australia menyatakan jumlah petugas yang menjadi korban kebakaran mencapai 27 orang pada Minggu (12/1/2020). Jumlah itu bertambah usai seorang petugas dinyatakan tewas pada hari ini.

Kepala Petugas Pemadam Kebakaran Hutan Bagian Victoria Chris Hardman mengatakan petugas itu diduga tertimpa pohon saat sedang bertugas memadamkan kebakaran. Petugas tersebut berusia 60 tahun dan berasal dari Taman Victoria.

"Ia terlibat dalam sebuah insiden saat bekerja di kebakaran di daerah Omeo yang mengakibatkan kematian," ungkap Chris.

Kebakaran hutan terjadi di Australia karena terpaan cuaca panas dan kering mencapai 41,9 derajat celcius sejak November 2019. Kebakaran hutan itu setidaknya sudah menghanguskan lebih dari 10 juta hektar lahan di enam negara bagian, 27 orang tewas, serta lebih dari 1.000 rumah dan bangunan hangus.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan pemerintah akan mempertimbangkan kehadiran komisi penyelidikan kebakaran yang terjadi di Negeri Kanguru. Kajian komisi penyelidikan muncul usai pemerintah terus menerus mendapat 'hujan' kritik dari berbagai kalangan terkait kebakaran hutan di Australia.

"Saya pikir itu yang akan diperlukan dan saya akan mengambil proposal melalui kabinet untuk tujuan itu," ungkap Morriso sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.

Namun ia menyatakan kebakaran hutan terjadi karena kondisi cuaca panas, sehingga mau tidak mau menyelimuti Sydney dengan asap dalam beberapa waktu terakhir. Perdana Menteri yang dikenal pro dengan penggunaan energi fosil itu mengungkapkan pemerintah akan berupaya untuk melakukan evolusi emisi, meski tetap memberlakukan larangan ekspor batu bara Australia.

"Di tahun-tahun mendatang, kami akan terus mengembangkan kebijakan kami di bidang ini untuk mengurangi emisi lebih jauh dan kami akan melakukannya tanpa pajak karbon, tanpa memasang harga listrik dan tanpa mematikan industri tradisional," katanya. (*)