Laporan Keuangan BUMDes MKB Diduga Tidak Sehat

iklan halaman depan



Laporan Keuangan BUMDes MKB Diduga Tidak Sehat

Rabu, 08 Januari 2020
Pegiat Anti Korupsi Leo Trisman SE (pakai topi) dan Kepala Desa Muaro Kalaban Herdiamon saat wawancara di kantor Desa Muaro Kalaban, Rabu (8/1/2020). (Anton/fajarsumbar.com)

Sawahlunto, fajarsumbar.com - Terkait BUMDes MKB, Desa Muaro Kalaban, Kecamatan Silungkang, Kota Sawahlunto, Kepala Desa Muaro Kalaban Herdiamon mengatakan semuanya persoalannya sudah clear.

Hal itu dikatakannya kepada sejumlah awak media termasuk fajarsumbar.com, Rabu (8/1/2020).

Disebutkan, memang ada tabungan masyarakat yang disimpan di BUMDes MKB, akan tetapi uang BUMDes MKB ada juga yang beredar di masyarakat. Itulah yang sedang berjalan. 

"Insya Allah persoalan masalah BUMDes MKB, paling lambat bulan dua ini (Februari) sudah clear semuanya. Soalnya sudah selesai di Inspektorat," sebutnya.

Terkait selesainya hasil di Inspektorat Kepala Desa Muaro Kalaban Herdiamon memperlihatkan kepada awak media Laporan Hasil Pemeriksaan khusus terhadap laporan pertanggungjawaban BUMDes Muaro Kalaban dengan nomor 700/91/LHK/ITKO-SWL/2019 tertanggal (12/12/2019).

"Sudah boleh dikatakan selesai sebenarnya, kami sedang transisi kepengurusan sebenarnya. Itu karena masyarakat kurang sabar saja. Dan uang masyarakat di BUMDes tidak pulalah banyak. Insha Allah akan dibayar semuanya", ucap kepala Desa Muaro Kalaban kepada awak media.

Menurut analisa pegiat Anti Korupsi, Leo Trisman, SE berdasarkan laporan hasil pemeriksaan khusus Inspektorat, dari 2017 sampai November 2019 ternyata BUMDes MKB dalam keadaan merugi. 

Dari simpanan masyarakat yang berubah-ubah dengan laporan laba rugi bulanan jumlahnya tidak sama dalam setiap bulannya.

Dari data Inspektorat tersebut, laporan awal berdirinya BUMDes MKB 2017, simpanan Anak senilai Rp54.148.055,97 sedangkan simpanan masyarakat desa sebesar Rp116.239.128,53 dengan total Rp170.387.184,50.

Sementara keadaan sekarang (sampai tanggal 8 November 2019) simpanan anak Rp10.167.555,97 dan simpanan masyarakat desa sebesar Rp34.196.128,53 dengan total Rp44.363.684,50.

"Berarti dari laporan khusus ini, ada dugaan tindakan manipulasi dan tidak dilatarbelakangi dengan sumber daya manusia yang memiliki skil Akuntansi," tuturnya. (ton)