Musyprov PBSI Sumbar Sedang Berlangsung, Dihadiri 19 Pengurus Kab/Kota

iklan halaman depan

Musyprov PBSI Sumbar Sedang Berlangsung, Dihadiri 19 Pengurus Kab/Kota

Sabtu, 18 Januari 2020
Suasana musprov PBSI di Hotel Daima, Sabtu (18/1/2020).

Padang, fajarsumbar.com - Musyawarah Propinsi (Musyprov) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sumatera Barat, kini sedang berlangsung di Hotel, Daima, Padang, Sabtu (18/1/2020).

Musyprov tersebut akan memilih ketua umum PBSI Sumbar untuk periode 2020-2024. Pengurus PBSI masa bakti 2016-2020 berakhir pada 21 Junuari 2020.

Musyprov tersebut dihadiri selain seluruh pengurus PBSI kabupaten kota dan kabupaten, juga dihadiri pengurus pusat PBSI yang diwakili Edi Sukarno, sekretaris KONI Sumbar, Kadispora,  Ketua PWI Sumbar, Heranof Firdaus dan beberapa pejabat penting lainnya.

Peserta musyprov

Ketua panitia Musyprov PBSI Sumbar, Basril Basyar mengucapkan terimakasih kepada 19 pengurus PBSI kabupaten dan kota yang meluangkan waktunya untuk menghadiri acara tersebut.

Hal itu membuktikan seluruh pengurus PBSI peduli untuk kelangsungan dan membina atlet bulutangkis ke depan.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada pengurus PBSI kabupaten dan kota yang hadir pada musyprov, semoga PBSI tetap jaya untuk membina atlet bulutangkis di Sumbar," ujar Basril Basyar yang juga pengurus harian PBSI Sumbar tersebut.

Sementara itu, Ketua Umum PBSI Sumbar, Syafrizal Ucok menyebutkan PBSI terus mendorong dan membina atlit usia dini. "PBSI terus berupaya membina atlet terutama usia dini," ujarnya.

Sementara itu Ketua KONI Sumbar yang diwakili sekretarisnya Irnaldi Samin  mengapresiasi musyprov PBSI Sumbar tersebut.

Sedangkan pengurus pusat PBSI, Edi Sukarno yang membuka musyprov itu  mengapresiasi PBSI Sumbar tersebut. "Ini adalah musyprov PBSI yang kedua di Indonesia selama 2020," ujarnya.

Ia berpesan agar nantinya, pengurus agar memilih ketua umum PBSI yang peduli untuk memajukan organisasi dan punya waktu untuk membina atlet ke depan.

Ia menyebutkan organisasi akan jadi konflik apabila pengurus organisani yang punya niat tidak benar untuk mengurus organisasi.

Harapannya peserta agar memilih ketua umum PBSI Sumbar yang benar-benar punya waktu dan mencintai organisasi. Untuk persyaratan pencalonan ketua umum harua berpedoman pada AD/ART.(ab)