PAD Sektor Pariwisata di Kota Padang Naik 600 Persen -->

iklan halaman depan

PAD Sektor Pariwisata di Kota Padang Naik 600 Persen

Kamis, 09 Januari 2020
Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah

Padang, fajarsumbar.com  – Merujuk dari data PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kota Padang dari sektor Pariwisata, terlihat adanya peningkatan signifikan setiap tahun. 

Pada 2015, PAD sektor pariwisata hanya Rp17,83 miliar, namun dalam 1 periode (5 tahun) kepemimpinan Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah menjadi Rp105,47 miliar di tahun 2019 atau meningkat sebesar 591,28 persen. 

Tentunya, kontribusi PAD dari sektor pariwisata tersebut juga mempengaruhi peningkatan realisasi PAD Kota Padang yang juga meningkat setiap tahunnya. Pada 2015, kontribusi PAD dari sektor pariwisata hanya 4,82 persen, dan 2019 mencapai angka 19,30 persen dari total PAD yang juga meningkat cukup tinggi.

Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah, Kamis (9/1/2020) menyebutkan, pariwisata merupakan salah satu core business pembangunan Kota Padang yang sudah termaktub dalam RPJMD Kota Padang 2015 – 2019 dan RPJMD 2019 – 2024. 

Untuk itu, Pemko Padang terus mewujudkan visi pembangunan melalui pengelolaan pariwisata yang unggul, nyaman dan berkesan dengan menjunjung tinggi nilai agama, budaya dan menghargai kearifan lokal. 

“Tujuan yang ingin dicapai adalah peningkatan perekonomian melalui sektor pariwisata yang diukur dengan menggunakan indikator PAD Pariwisata. Meliputi empat sumber penerimaan daerah, pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan dan retribusi masuk objek wisata” ungkap  Walikota Padang  kepada wartawan usai rapat staf dengan para OPD dan SKPD dilingkungan Pemko Padang
       
Menurut Walikota Mahyeldi, pariwisata yang unggul dan berdaya saing akan menarik sektor atau memiliki hubungan ke belakang (backward lingkage). 

Seperti, sektor primer pertanian (tanaman dan hortikultura, perikanan, peternakan, perkebunan, dan kehutanan). Dan mendorong sektor lain atau memiliki hubungan kedepan (forward lingkage) untuk tumbuhnya industri, perdagangan dan jasa melalui hubungan pemasaran yang luas.

“Pariwisata akan mempercepat integrasi pembangunan lintas sektor sehingga pertumbuhan ekonomi kota Padang dapat dipercepat. Kondisi industri pariwisata di Kota Padang akan terus berkembang apalagi didukung dengan Kota Padang sebagai kota MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition)”, ulasnya.

Ditambahkan, pariwisata Kota Padang terus berbenah kearah yang lebih baik. Terutama pembenahan sikap sapta pesona masyarakat di sekitar destinasi wisata, meningkatkan aktivitas MICE di Kota Padang, pembenahan destinasi baik pembenahan infrastruktur penunjang, atraksi, wahana maupun iven-iven pariwisata yang lebih berkualitas. Kedepannya, pariwisata akan menjadi sektor paling andal dalam pembiayaan pembangunan Kota Padang.(ab)