Polres Padang Panjang Ungkap Kasus Narkoba dan Tambang Ilegal -->

IKLAN-TANAH

iklan halaman depan

Polres Padang Panjang Ungkap Kasus Narkoba dan Tambang Ilegal

Jumat, 17 Januari 2020
Wakapolres Padang Panjang, Kompol Asnita dan tersangka  narkoba jenis shabu memperlihatkan barang bukti. (syamsoedarman/fajarsumbar)

Padang Panjang, fajarsumbar.com - Polres Padang Panjang melalui Satnarkoba dan Reskrim di awal tahun 2020 ini berhasil mengungkap kasus narkoba dan tambang liar.

Polisi sudah menahan pelaku dan sejumlah orang masih berstatus terperiksa.

Wakapolres Padang Panjang Kompol Asnita dalam jumpa pers, Jumat (17/1) di Mapolres didampingi Kabag Narkoba, Kabag  Reskrim, Kasubag Humas dan sejumlah anggota lainnya.

Dijelaskan, tersangka  Novi Suhendra selain pemakai diduga juga pengedar narkoba jenis sabu.

Tersangka Novi (45) ditangkap Senin 6 Januari 2020 di Jalan Adam BB, Kelurahan Balai-balai Padang Panjang.

Dari tangan tersangka asal Simawang, Kabupaten Tanah Datar itu  polisi menyita 12 paket sabu yg dikemas dalam kantong plastik ukuran kecil. Masing-masing kantong dengan berat berbeda.

Hasil tes urine tasangka terbukti positif mengkomsumsi narkoba. Novi kini sudah ditahan.  Berdasarkan barang bukti yang disita, kuat dugaan tersangka  juga sebagai pengedar.

Belum diperoleh keterangan dari mana barang haram tersebut diperoleh. Tersangka diancam pasal 112 UU Nomor 35 tahun 2009 dengan kurangan 4 tahun penjara atau de da Rp800 juta.

Tambang liar
Sementara kasus dugaan tambang liar yang diungkap belum satupun tersangkanya, namun polisi sudah menahan satu unit alat berat dan kendaraan lain.

Tambang liar berupa galian tanah timbunan yang untuk penimbunan  pondasi bangunan ruko. Lokasi penambangan di Lubuak Bauak, Batipuah, Tanah Datar.

Kegiatan penambangan baru berlangsung beberapa jam saja pada 9 Ja uari lalu.

Karena enambangan/penggalian tanpa memiliki izin langsung dihentikan. Pekerja baru berhasil mengagkut 6 truk tanah timbunan dari lokasi.

Penggalian berpotensi merusak lingkungan. Hingga kini polisi masih menunggu keterangan saksi ahli. (syam)