Tak Ingin Susahkan Orangtua, Nico Warga Desa Santur Olah Kerupuk Pitukol

iklan halaman depan

Tak Ingin Susahkan Orangtua, Nico Warga Desa Santur Olah Kerupuk Pitukol

Jumat, 17 Januari 2020
Nico Prasetyo dengan produk pitukol.

Sawahlunto, fajarsumbar.com - Tak ada biaya untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi dan tidak mau menyusahkan kedua orang tuanya, Nico Prasetyo (20) warga Desa Santur, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto jalankan usaha dengan mengolah singkong dan jengkol menjadi sebuah produk Jepit Getuk Jengkol (Pitukol).

Produk olahan Nico ini sudah mengantongi Surat Keterangan Usaha (SKU) dengan nomor 400/238/SKU-2019 yang dikeluarkan oleh pemerintah Desa Santur pada 29 Oktober 2019 yang lalu.

Pitukol dalam kemasan.

Menurutnya, Kerupuk Pitukol ini banyak yang memesan untuk wilayah Sawahlunto bahkan ada juga pesanan dari luar daerah seperti Batam. Untuk memenuhi permintaan pasar dan untuk mengemas secara menarik produk olahannya, Nico mengaku terkendala dengan modal.

"Alhamdulillah kerupuk Pitukol banyak yang pesan, namun saya terkendala modal dan mesin atau alat untuk proses produksi yang lebih banyak serta bagaimana membuat kemasannya menjadi menarik", tuturnya kepada fajarsumbar.com, Jum'at (17/1/2020).

Ia berharap agar produk olahannya dapat berkembang, semoga saja ada bantuan modal dari Pemerintah setempat sehingga dapat memenuhi permintaan pelanggan Kerupuk Pitukol olahannya ini.

"Semoga saja saya dapat bantuan modal untuk mengembangkan usaha ini sehingga saya dapat membantu kedua orangtua saya", ujar tamatan SMK 2 Kota Sawahlunto jurusan Pertambangan ini. (ton)