Ukraina dan Iran Sepakat Buka Kotak Hitam Pesawat

iklan halaman depan



Ukraina dan Iran Sepakat Buka Kotak Hitam Pesawat

Senin, 13 Januari 2020

 
(cnnindonesia.com)

Jakarta, fajarsumbar.com - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan pemerintahannya dan pemerintah Iran akan bersama-sama membuka kotak hitam alias black box yang ada di pesawat milik Ukraine International Airlines. Pesawat tersebut menjadi korban salah tembak pasukan militer Iran yang tengah melancarkan aksi balas dendam kepada Amerika Serikat.

Hal ini diungkapkan Zelensky kepada publik, seperti dikutip dari Associated Press pada Minggu (12/1/2020). Zelensky mengatakan keputusan ini merupakan kesepakatan yang sudah dijalin dengan Presiden Iran Hassan Rouhani.

"Kami (Zelensky dan Rouhani) sepakat bahwa ia (Rouhani) akan memerintahkan penyelesaian sesegera mungkin dan dibantu oleh para ahli Ukraina mengenai identifikasi mayat-mayat dan mempersiapkan mereka untuk kembali ke Ukraina. Ini harus segera dilakukan," ujar Zelensky.

"Kami juga sepakat untuk mulai bekerja bersama untuk menguraikan dua perekam onboard black box," sambungnya.

Lebih lanjut, Zelensky mengatakan bahwa pemerintah Ukraina telah mendengar permintaan maaf dari Hassan Rouhani. Ia berterima kasih atas dukungan dunia internasional atas kejadian salah tembak ini.

"Kepemimpinan Republik Islam Iran telah mengakui fakta-fakta jatuhnya pesawat Ukraina dan kesalahannya dalam jatuhnya pesawat. Ini tidak diragukan lagi telah dibantu oleh dukungan dari mitra internasional dan posisi gigih masyarakat internasional," katanya.

Di sisi lain, Zelensky turut mengucap terima kasih kepada pihak-pihak yang dianggapnya sudah membantu Ukraina.

"Atas nama rakyat Ukraina, saya mengucapkan terima kasih yang tulus kepada para pemimpin AS, Kanada, Inggris Raya, negara-negara lain, organisasi internasional," tuturnya.

Orang nomor satu di Ukraina itu memastikan bahwa pemerintah akan memberikan bantuan dan dana kompensasi bagi korban salah tembak pesawat. Bantuan itu akan diberikan kepada keluarga korban.

"Kami sepakat bahwa tidak ada yang akan ditolak. Negara juga akan melakukan segala upaya untuk mendapatkan kompensasi dari perusahaan penerbangan, perusahaan asuransi dan Republik Islam Iran," ungkapnya.

Sebelumnya, pihak militer Iran menyatakan tidak sengaja menembak jatuh pesawat Ukraine International Airlines dengan nomor penerbangan PS752. Pihak militer Iran salah mengira bahwa pesawat akan melakukan serangan.

Sementara tembakan tersebut membuat pesawat jatuh tidak lama setelah lepas landas. Kejadian itu menewaskan seluruh penumpang dan kru yang berjumlah 176 orang.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif meminta maaf atas kejadian tersebut. "Penyesalan kami yang mendalam, permintaan maaf dan bela sungkawa kepada keluarga semua korban dan kepada negara-negara yang terkena dampak lainnya," tutur Zarif melalui cuitan di akun Twitter pribadi.

Presiden Iran Hassan Rouhani kemudian turut mengakui kesalahan tersebut melalui media sosial yang sama. Ia menyatakan bela sungkawa dan menyebut kesalahan itu tidak termaafkan sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.

"Penyelidikan akan terus berlanjut untuk mengidentifikasi dan menuntut pihak yang bertanggung jawab atas tragedi hebat dan tak termaafkan ini. Republik Islam Iran sangat menyesali kesalahan ini, doa saya tujukan kepada semua keluarga yang berkabung. Saya mengucapkan bela sungkawa yang tulus," tulisnya. (*)